Songko Segera Tayang di Bioskop, Teror Urban Legend Minahasa Bangkit Lagi

Author: Qoo Media

Film horor Songko segera menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 23 April 2026. Film ini mengangkat urban legend dari Minahasa dengan latar desa di Tomohon, lalu mengemasnya sebagai kisah teror tentang makhluk misterius, ketakutan massal, dan rahasia kelam yang membelah warga.

Kisahnya tidak hanya menonjolkan unsur seram, tetapi juga membawa identitas budaya daerah yang kuat. Produksi film ini dilakukan dengan riset langsung ke lokasi dan komunitas setempat agar cerita terasa dekat dengan akar legenda yang hidup di masyarakat Minahasa.

Terinspirasi dari legenda masyarakat Minahasa

Songko berangkat dari cerita rakyat yang berkembang di Minahasa dan sekitarnya, lalu diolah menjadi film horor layar lebar. Dalam ceritanya, kemunculan sosok menyeramkan memicu kematian misterius perempuan muda dan menumbuhkan rasa curiga di antara warga.

Ketika rasa takut menyebar, warga desa mulai mencari siapa yang bertanggung jawab atas teror itu. Dari sana, film ini menyoroti bagaimana ketakutan kolektif bisa berubah menjadi tuduhan, kepanikan, dan kehancuran sosial.

Syuting dilakukan di kaki Gunung Lokon

Tim produksi memilih kaki Gunung Lokon, Tomohon, sebagai lokasi utama pengambilan gambar. Area yang sebelumnya masih kosong kemudian dibangun menjadi sebuah desa lengkap untuk mendukung suasana cerita yang otentik.

Pendekatan itu menunjukkan keseriusan film ini dalam membangun atmosfer visual yang selaras dengan latar legenda aslinya. Dengan begitu, nuansa lokal tidak hanya hadir lewat dialog dan karakter, tetapi juga lewat ruang dan lanskap yang terlihat di layar.

Riset budaya jadi bagian penting produksi

Sutradara Gerald Mamahit menyebut timnya tidak hanya fokus pada efek horor, tetapi juga pada fondasi cerita. Mereka melakukan riset mendalam dengan mewawancarai kepala adat, warga Tomohon, dan masyarakat Manado untuk memahami akar legenda Songko.

Riset tersebut dipakai untuk menentukan berbagai elemen kreatif, mulai dari tampilan sosok Songko, desain kostum, gaya bahasa, hingga atmosfer desa yang dibangun dalam film. Gerald mengatakan, ketakutan dalam film ini tidak hanya datang dari makhluknya, tetapi juga dari manusia yang kehilangan rasa saling percaya.

Talenta lokal ikut mendorong keaslian film

Sekitar 60 persen cast dan crew film ini berasal dari Manado dan wilayah sekitarnya. Keterlibatan talenta lokal membuat produksi Songko tidak sekadar memakai latar daerah, tetapi juga memberi ruang bagi orang-orang yang memahami kultur setempat.

Eksekutif produser Santara, Whisnu Baker, menegaskan bahwa film ini lahir dari visi untuk mengangkat cerita-cerita daerah yang jarang mendapat sorotan luas. Ia menilai kehadiran talenta lokal akan membantu menjaga identitas cerita agar tetap hidup dan terasa autentik.

Informasi penting tentang film Songko

  1. Judul: Songko
  2. Genre: Horor
  3. Latar cerita: Tomohon, Minahasa, tahun 1986
  4. Tayang di bioskop: 23 April 2026
  5. Pemeran: Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak

Film ini menempatkan legenda Minahasa sebagai pusat cerita, lalu membungkusnya dengan drama sosial dan ketegangan psikologis. Dengan pendekatan tersebut, Songko diposisikan bukan hanya sebagai film horor, tetapi juga sebagai representasi budaya yang berangkat dari urban legend lokal dan dibawa ke layar lebar secara lebih luas.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru