Kelelahan Urus Anak, Raisa Mengaku Ingin Jatuh dari Tangga Demi Istirahat, Lalu Dirawat di RS

Raisa membuka cerita jujur soal fase berat setelah melahirkan dan peran sebagai ibu yang membuatnya kewalahan. Pelantun lagu tersebut mengaku sempat memiliki pikiran ekstrem saat melewati tangga di rumah, karena ingin jatuh agar bisa dirawat di rumah sakit dan beristirahat dari rutinitas mengurus anak.

Pernyataan itu ia sampaikan saat berbincang di kanal YouTube Vindes. Dalam percakapan dengan Vincent dan Desta, Raisa menggambarkan bahwa kelelahan yang dirasakan bukan hanya soal fisik, tetapi juga kondisi mental yang ikut tertekan.

Kelelahan fisik dan beban psikis berjalan bersamaan

Raisa mengatakan tantangan awal saat menjadi ibu tidak berhenti pada kurang tidur. Ia menyebut situasi tersebut juga memunculkan rasa kehilangan arah dan membuatnya sempat mempertanyakan identitas diri.

Dalam penuturannya, ada momen ketika ia merasa bingung dengan dirinya sendiri. Ungkapan seperti “aku siapa” menandakan bahwa transisi menjadi ibu bisa membawa dampak emosional yang dalam, terutama saat tubuh belum pulih dan waktu istirahat sangat terbatas.

Kondisi serupa kerap dialami banyak ibu baru, meski bentuk dan tingkat keparahannya bisa berbeda. Cerita Raisa menunjukkan bahwa beban mengurus anak pada masa awal pascamelahirkan dapat memengaruhi kesehatan mental, bukan hanya stamina harian.

Keinginan sederhana untuk bisa istirahat

Saat menceritakan pengalaman melewati tangga di rumah, Raisa mengatakan muncul dorongan untuk jatuh dan masuk rumah sakit. Baginya, situasi itu ia bayangkan sebagai kesempatan untuk beristirahat sejenak dari kesibukan yang terus berjalan.

Pernyataan itu disampaikan dengan nada pribadi dan terbuka, namun memperlihatkan betapa beratnya tekanan yang ia rasakan saat itu. Di balik kelakar yang terdengar ekstrem, ada rasa lelah yang sangat nyata dan kebutuhan untuk jeda dari rutinitas.

Raisa juga menegaskan bahwa kelelahan yang dialami bukan karena satu faktor saja. Kurang tidur, tanggung jawab baru, dan tekanan batin saling menumpuk dalam satu periode yang tidak mudah dijalani.

Peran dukungan orang terdekat

Raisa mengaku berhasil melewati masa sulit tersebut berkat support system di sekelilingnya. Ia menyebut bantuan sederhana, seperti ditanyai kabar atau dibantu dalam keseharian, sangat berarti saat menjalani masa pemulihan.

Dukungan ini menjadi penting karena masa setelah melahirkan sering kali membuat seorang ibu membutuhkan bantuan lebih banyak dari lingkungan terdekat. Dalam kasus Raisa, perhatian dari orang-orang sekitar membantu meringankan beban yang sebelumnya terasa sangat berat.

Cerita Raisa memberi gambaran bahwa kelelahan mengurus anak bisa datang dalam bentuk yang kompleks, mulai dari tubuh yang tidak sempat pulih hingga perasaan kehilangan diri sendiri. Pengakuan itu juga menyoroti pentingnya dukungan emosional dan bantuan praktis agar ibu baru tidak memikul semuanya sendirian.

Source: www.beritasatu.com

Terkait