
Jika tim BPHP dari Teach You A Lesson benar-benar ada di Indonesia, yang paling terasa bukan sekadar perubahan di sekolah. Dampaknya akan langsung menyentuh relasi antara siswa, guru, orangtua, dan sistem pendidikan yang selama ini kerap diwarnai tekanan dari berbagai arah.
Kisah ini menarik karena tim BPHP digambarkan sebagai Biro Perlindungan Hak Pendidikan yang turun tangan saat sekolah tidak lagi aman. Dalam serial tersebut, mereka dibentuk oleh Choi Sang Seok dan beranggotakan Na Hwa Jin, Bong Geun Dae, serta Im Han Rim untuk merespons masalah pendidikan yang lebih luas dari sekadar urusan kelas.
Sekolah bisa jadi lebih aman bagi siswa
Salah satu persoalan paling mencolok dalam cerita itu adalah perundungan. Di episode awal, Ryu Jun Hyeong dan kelompoknya merundung teman sekelas yang dianggap lemah, sampai ada korban yang memilih mengakhiri hidup dengan terjun dari atap sekolah.
Dalam skenario BPHP hadir di Indonesia, tekanan semacam itu berpotensi ditekan lebih cepat. Tim seperti ini akan memberi sinyal keras bahwa kekerasan antarsiswa tidak akan dibiarkan, sehingga siswa mendapat ruang belajar yang lebih aman dan lebih bermoral.
Guru tidak lagi berada di posisi paling rentan
Serial ini juga menyorot bagaimana guru sering tidak dihargai oleh murid. Ada siswa yang merasa bisa semena-mena karena orangtuanya berpengaruh, punya banyak pengikut di media sosial, atau merasa sekolah hanya tempat untuk menjadi kuat.
Jika pola seperti itu terjadi di Indonesia, kehadiran BPHP bisa membuat guru lebih berani menegakkan aturan tanpa takut ditekan balik. Perlindungan semacam ini penting karena guru juga butuh ketenangan saat bekerja dan mencari nafkah.
Tekanan orangtua bisa ikut berkurang
Masalah lain datang dari orangtua murid yang ikut menekan guru. Dalam cerita, ada guru kelas 1 SD yang terus-menerus diteror orangtua murid karena dianggap tidak fokus memantau anak tersebut.
BPHP juga digambarkan memberi pengajaran pada orangtua yang terlalu memaksakan kehendak pada anak. Ada ibu yang memaksakan target kuliah kedokteran sampai membeli narkotika yang ia kira obat ADHD, lalu BPHP membuat sang anak berani berbicara tentang tujuan hidupnya sendiri.
Sindikat judol dan narkoba di lingkungan sekolah bisa lebih cepat terungkap
Tim BPHP tidak hanya bergerak di ranah etika sekolah, tetapi juga menyentuh kejahatan yang masuk ke lingkungan pelajar. Mereka menyamar sebagai anak SMA untuk mengetahui cara judi online dimainkan oleh siswa, lalu menangkap kepala jaringan setelah lokasi perjudian diketahui.
Pada isu narkoba, tim ini bekerja bersama guru untuk memantau kejanggalan perilaku siswa. Ketika para guru melihat banyak murid sering izin saat pelajaran berlangsung, BPHP akhirnya bisa menelusuri otak perdagangan narkoba.
Transparansi pendidikan ikut terdorong
Keberadaan BPHP juga menggambarkan dorongan untuk memberantas praktik yang melibatkan uang dan kekuasaan di sekolah. Kerja sama guru dan orangtua murid masih bisa terjadi untuk kebaikan, tetapi menjadi masalah ketika dipakai untuk membuat satu anak diutamakan.
Dalam konteks Indonesia, hal seperti itu bisa berarti dorongan kuat terhadap transparansi. Praktik KKN antara guru dan orangtua murid berpotensi ditekan, sehingga keputusan di sekolah lebih berpihak pada pendidikan, bukan kepentingan kelompok tertentu.
Pada akhirnya, BPHP dalam Teach You A Lesson diposisikan sebagai alat untuk memperbaiki sistem pendidikan yang bobrok menjadi lebih sehat. Jika tim seperti itu hadir di Indonesia, dampaknya bukan hanya pada siswa bermasalah, tetapi juga pada guru, orangtua, dan kebiasaan lama yang selama ini membuat sekolah sulit berjalan ideal.
Source: www.idntimes.com








