Rumah Anisa Rahma Usai Terbakar Lilin Pengusir Lalat, Renovasi Baru 20 Persen

Kondisi rumah Anisa Rahma dan Anandito Dwis masih jauh dari pulih setelah kebakaran yang terjadi akibat lilin pengusir lalat. Sejak kejadian itu, pasangan ini masih menempuh proses renovasi bertahap karena kerusakan rumah tergolong besar dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Hingga sebulan berlalu, perbaikan baru mencapai sekitar 20 persen. Sementara itu, keluarga masih tinggal sementara di rumah ibu Anandito sambil menunggu bagian rumah yang aman untuk ditempati kembali.

Kerusakan mencapai sekitar 80 persen

Anisa menyebut sekitar 80 persen bangunan terdampak api. Area yang paling parah terkena kebakaran meliputi ruang tengah, ruang utama, ruang kumpul, hingga ruang makan.

Bukan hanya struktur rumah yang rusak, sebagian besar perabot juga ikut hangus. Anisa mengatakan kasur hampir seluruhnya habis terbakar, tersisa hanya dua unit yang masih dapat diselamatkan.

Anandito menambahkan, dari tujuh kamar mandi yang ada di rumah tersebut, hanya satu yang masih bisa digunakan. Kondisi itu membuat proses pemulihan harus dilakukan secara hati-hati agar ruangan yang masih layak bisa dimanfaatkan terlebih dahulu.

Api berasal dari lilin di meja makan

Kebakaran itu berawal dari lilin yang dinyalakan untuk mengusir lalat. Menurut Anisa, sang ibu sempat menyalakan lilin di meja makan sebelum tertidur tanpa sadar bahwa api masih menyala.

Anandito mengatakan api baru diketahui saat waktu menunjukkan sekitar pukul 02.30 WIB, ketika seluruh penghuni rumah masih tertidur. Saat pintu dibuka, api sudah membesar dan merambat hingga ke atap, hordeng, dan meja makan.

Situasi itu membuat keluarga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Fokus utama mereka saat itu adalah mengevakuasi seluruh penghuni rumah agar tidak ada korban jiwa.

Renovasi dilakukan sedikit demi sedikit

Anandito menyampaikan bahwa perbaikan rumah tidak bisa dikebut karena kebutuhan biayanya besar. Karena itu, keluarga memilih mengerjakan bagian yang paling memungkinkan terlebih dahulu agar ruangan tertentu tetap bisa dipakai.

Ia mengatakan renovasi dilakukan secara bertahap sambil memaksimalkan area yang masih dapat ditempati. Pola perbaikan seperti ini membuat kemajuan pemulihan berjalan pelan, tetapi dinilai lebih realistis untuk kondisi saat ini.

Anak-anak dinilai belum mengalami trauma berat

Di tengah kondisi rumah yang belum pulih, Anisa dan Anandito bersyukur kondisi psikologis anak-anak mereka masih relatif baik. Anak-anak yang masih berusia sekitar 3,5 tahun itu disebut tidak melihat langsung kobaran api saat kejadian.

Anisa menyebut anak-anak mereka belum menunjukkan tanda trauma berat. Meski begitu, ia mengakui ada emosi sedih yang sesekali muncul saat membahas kebakaran itu dalam keluarga.

Anandito juga mengaku dirinya masih sering teringat pada momen saat api membakar rumah mereka. Namun, keduanya berusaha tetap kuat karena masih harus memikirkan anak-anak dan proses pemulihan rumah yang belum selesai.

Source: www.suara.com

Terkait