Rafaela Rahardja Hadapi Sidang Cerai Perdana, Dugaan KDRT Jadi Titik Patah Rumah Tangga

Author: Qoo Media

Rafaela Rahardja menjalani sidang perdana perceraian dengan Brian Siawarta di Pengadilan Negeri Tangerang pada Selasa, 23 Juni 2026. Dalam persidangan awal itu, agenda yang dijalani adalah panggilan pertama sekaligus mediasi bagi kedua belah pihak.

Rafaela hadir didampingi kuasa hukumnya, Finandita. Dari keterangan pihak kuasa hukum, gugatan cerai itu muncul karena ada persoalan yang disebut sudah tidak bisa diperbaiki lagi dalam rumah tangga mereka.

Dugaan KDRT Jadi Alasan Utama

Salah satu isu yang paling menonjol dalam gugatan tersebut adalah dugaan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT. Finandita menyebut ada kekerasan fisik dan mental yang menjadi dasar kuat pengajuan cerai, meski ia tidak merinci seluruh bentuk kekerasan yang dialami kliennya.

“Penyebab gugatan perceraian ini pasti ada beberapa isu yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Salah satunya ada isu KDRT, baik secara fisik maupun mental,” ujar Finandita seusai persidangan di PN Tangerang.

Pihak Rafaela menyatakan keyakinan bahwa bukti-bukti terkait dugaan KDRT tersebut sudah cukup kuat untuk mendukung langkah hukum yang diambil. Namun hingga kini, Rafaela belum berencana membawa persoalan itu ke ranah pidana dan masih memusatkan perhatian pada proses perceraian.

Pengakuan Rafaela soal Kekerasan selama Pernikahan

Rafaela mengaku mengalami kekerasan fisik dan verbal selama dua tahun usia pernikahannya. Ia menyebut Brian memiliki sifat temperamental yang sulit dikendalikan dan sering memicu konflik dari hal-hal yang menurutnya sepele.

Salah satu contoh yang disampaikan Rafaela adalah kemarahan Brian saat dirinya mengenakan kemeja untuk tidur. Dari situ, ia mengaku mendapat perlakuan kasar seperti ditarik dan dijambak.

Dalam penuturannya, Rafaela juga menyebut Brian kerap memaksakan aturan pribadi yang harus diikuti. Jika aturan itu tidak dipatuhi, ia mengaku kekerasan bisa muncul kembali, baik secara mental maupun fisik.

Pertimbangan untuk Anak

Keputusan Rafaela untuk mengajukan perceraian tidak hanya berkaitan dengan dirinya sendiri. Ia menegaskan bahwa langkah itu juga diambil demi perlindungan dan masa depan anaknya yang masih berusia 9 bulan.

Rafaela mengaku tidak ingin buah hatinya tumbuh di lingkungan yang dipenuhi kekerasan. Karena itu, ia memilih mengambil langkah tegas setelah mengalami tekanan dalam rumah tangga selama dua tahun.

Proses perceraian kini masih berjalan di pengadilan, sementara agenda mediasi menjadi tahap awal yang ditempuh dalam perkara tersebut. Hingga persidangan perdana selesai, Rafaela tetap memusatkan perhatian pada upaya menyelesaikan perceraiannya dengan Brian Siawarta melalui jalur hukum.

Source: www.suara.com
Terbaru