Dalam semesta Jujutsu Kaisen, Ryomen Sukuna tidak memandang Yuji Itadori dan Megumi Fushiguro dengan cara yang sama. Sejak awal, Sukuna sudah menunjukkan ketertarikan yang jauh lebih besar pada Megumi, lalu keputusan itu mencapai titik penting saat ia akhirnya berpindah wadah.
Pilihan tersebut tidak muncul secara acak. Artikel referensi menunjukkan bahwa Sukuna menilai Megumi sebagai sosok yang lebih menguntungkan secara strategis, baik dari sisi kontrol tubuh, potensi teknik, maupun peluang untuk melangkah lebih bebas tanpa hambatan dari inang sebelumnya.
Yuji lebih berfungsi sebagai pengekang Sukuna
Yuji Itadori memiliki ketahanan fisik dan mental yang sangat tinggi terhadap kutukan. Kondisi itu membuat Sukuna tidak bisa bergerak leluasa di dalam tubuh Yuji, karena Yuji tetap mampu menahan pengaruhnya dalam situasi yang sulit.
Dalam konteks ini, Yuji bukan sekadar wadah. Ia menjadi semacam penjara yang membatasi ruang gerak Sukuna dan mencegahnya mengambil alih secara penuh dalam waktu lama.
Megumi memberi peluang kendali yang lebih besar
Berbeda dengan Yuji, Megumi dinilai lebih mudah dijadikan wadah yang bisa dikuasai. Sukuna membaca bahwa resistensi alami Megumi tidak sekuat Yuji, sehingga peluang untuk mengambil alih tubuhnya jauh lebih besar.
Bagi Sukuna, ini penting karena ia mengincar kendali penuh. Dengan tubuh yang bisa ia kuasai tanpa perlawanan internal yang berkelanjutan, rencana jangka panjangnya menjadi lebih mudah dijalankan.
Teknik Ten Shadows menjadi daya tarik utama
Salah satu alasan terbesar Sukuna tertarik pada Megumi adalah teknik Ten Shadows. Teknik warisan keluarga Zenin itu memiliki potensi besar, dan Sukuna menyadari nilainya sejak melihat cara Megumi bertarung.
Di antara seluruh aspek Ten Shadows, Mahoraga menjadi perhatian khusus. Shikigami terkuat itu memiliki kemampuan beradaptasi terhadap berbagai fenomena, sehingga sangat berharga bagi Sukuna yang selalu mencari kekuatan dengan fleksibilitas tinggi.
Selain itu, Ten Shadows juga membuka banyak kemungkinan taktis. Teknik ini memungkinkan penyimpanan benda di bayangan, kemampuan bersembunyi, dan pemanggilan shikigami yang bisa dikombinasikan untuk menciptakan serangan yang lebih kompleks.
Sukuna juga menargetkan kondisi batin Megumi
Keputusan Sukuna tidak berhenti pada perebutan tubuh. Ia juga menjalankan langkah yang membuat jiwa Megumi makin terpuruk, karena Sukuna memahami bahwa kondisi mental berpengaruh pada kemampuan inang untuk melawan.
Dengan memanfaatkan tubuh Megumi untuk melukai orang-orang yang dekat dengannya, Sukuna berusaha mematahkan semangat hidup Megumi. Langkah itu membuat perlawanan internal melemah dan memberi ruang lebih besar bagi Sukuna untuk mempertahankan dominasinya.
Sumpah pengikat tidak lagi menjadi hambatan
Saat masih berada dalam tubuh Yuji, Sukuna terikat oleh Sumpah Pengikat atau Binding Vow. Batasan itu membuat geraknya tidak sepenuhnya bebas, terutama ketika ada aturan yang harus ia ikuti.
Perpindahan ke Megumi memberi Sukuna jalan untuk melepaskan diri dari pembatasan tersebut. Ia memanfaatkan celah dalam kesepakatan yang dibuat sebelumnya, lalu mentransfer kekuatannya pada momen yang tepat agar bisa bergerak tanpa batasan lama.
Perbedaan utama Yuji dan Megumi bagi Sukuna
| Aspek | Yuji Itadori | Megumi Fushiguro |
|---|---|---|
| Peran bagi Sukuna | Penahan kutukan | Wadah yang dapat dikuasai |
| Teknik bawaan | Tidak disebut memiliki pada awalnya | Ten Shadows Technique |
| Tingkat kendali Sukuna | Sangat terbatas | Hampir mutlak |
Dari sudut pandang Sukuna, Megumi menawarkan kombinasi yang tidak dimiliki Yuji. Ia punya teknik kutukan berpotensi tinggi, tubuh yang lebih mudah dikendalikan, serta situasi batin yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat dominasi sang Raja Kutukan.
Source: mediaindonesia.com






