Pendiri sekaligus CEO SoftBank, Masayoshi Son, menyatakan keraguan terhadap gagasan Elon Musk membangun pusat data di luar angkasa. Ia menilai proyek itu membutuhkan waktu terlalu lama dan belum tentu efektif untuk menekan biaya operasional di tengah persaingan kecerdasan buatan yang semakin ketat.
Sikap tersebut muncul ketika industri teknologi menghadapi keterbatasan kapasitas komputasi. Kondisi itu mendorong banyak pelaku usaha mencari tambahan infrastruktur data, termasuk opsi ekstrem seperti memindahkan komputasi ke orbit.
Sorotan Son terhadap proyek orbital
Dalam rapat umum pemegang saham terbaru, Son menilai kebutuhan industri saat ini menuntut solusi yang cepat. Ia menegaskan bahwa pertarungan AI dalam beberapa tahun ke depan jauh lebih penting dibanding kemungkinan manfaat yang baru terasa dalam satu dekade atau lebih.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Son memandang proyek data center luar angkasa sebagai langkah yang belum menjawab kebutuhan mendesak. Bagi dia, efisiensi dan kecepatan penyediaan kapasitas komputasi lebih relevan dibanding konsep futuristis yang belum tentu segera bisa dipakai.
Apa yang dimaksud data center luar angkasa
Gagasan data center luar angkasa atau orbital data center merujuk pada pemindahan infrastruktur server cloud dan AI dari bumi ke orbit rendah bumi. Konsep ini ingin memanfaatkan konstelasi satelit yang saling terhubung untuk menyewakan daya komputasi langsung dari luar angkasa.
Dalam visi tersebut, satelit tidak hanya berfungsi sebagai pengirim sinyal internet. Sistem itu juga diarahkan menjadi penyedia layanan komputasi, sehingga kapasitas pemrosesan data bisa ditawarkan dari orbit.
Konteks persaingan AI yang makin panas
Kritik Son hadir di tengah perlombaan investasi infrastruktur AI yang terus menguat. Banyak perusahaan bergerak cepat untuk menambah kapasitas komputasi karena permintaan terus meningkat dan pasokan dianggap belum mencukupi.
Dorongan untuk mencari lokasi baru juga terkait kendala di darat, termasuk soal pembebasan lahan. Karena itu, ide membangun pusat data di luar angkasa sempat dipandang sebagai solusi ekstrem yang bisa menghindari hambatan fisik di bumi.
Ironi dari komentar seorang investor agresif
Pandangan skeptis Son dinilai menarik oleh sejumlah pengamat karena SoftBank dikenal punya rekam jejak investasi besar pada proyek-proyek berisiko tinggi. Posisi itu membuat kritiknya terhadap ide Musk terasa kontras dengan gaya investasi perusahaan yang dipimpinnya.
Meski demikian, Son menekankan bahwa urgensi AI saat ini tidak bisa menunggu terlalu lama. Ia menilai beberapa tahun ke depan akan menentukan arah persaingan, sementara manfaat dari proyek orbital baru mungkin terasa jauh di masa depan.
Hingga kini, nilai investasi spesifik Elon Musk untuk proyek orbital data center belum dipublikasikan secara resmi atau tidak disebutkan secara terpisah. Yang jelas, gagasan itu masih berada pada tahap konsep yang memicu perdebatan di tengah kebutuhan industri akan kapasitas komputasi yang cepat, murah, dan segera tersedia.
Source: teknologi.bisnis.com






