Dunia hiburan Jepang berduka setelah aktor sekaligus pengisi suara legendaris Akihiro Miwa meninggal dunia pada usia 91 tahun. Sosok yang juga dikenal dengan nama Akihiro Maruyama itu wafat pada 20 Juni 2026 karena faktor usia.
Kabar duka ini baru disampaikan pihak keluarga pada Minggu, 28 Juni 2026. Melansir NHK, Akihiro Miwa mengembuskan napas terakhirnya dengan tenang, sementara prosesi pemakaman dijalankan sesuai dengan wasiat yang ia tinggalkan semasa hidup.
Prosesi perpisahan digelar tertutup
Pemakaman Akihiro Miwa berlangsung secara tertutup dan hanya dihadiri keluarga serta kerabat dekat. Keluarga juga meminta para penggemar untuk tidak mengirimkan bunga maupun sumbangan belasungkawa.
Meski begitu, keluarga tetap menyiapkan altar penghormatan bagi masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Dalam prosesi pemakaman itu, Miwa juga dimakamkan bersama surat-surat cinta yang selama bertahun-tahun dikirimkan para penggemarnya.
Kondisi kesehatannya diketahui menurun dalam tiga bulan terakhir. Selama periode itu, ia mulai mengurangi aktivitas kerja dan lebih banyak beristirahat di rumah hingga akhirnya berpulang.
Jejak panjang di panggung dan layar
Akihiro Miwa lahir dengan nama Shingo Maruyama pada 15 Mei 1935. Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai seniman multitalenta yang menekuni dunia akting, tarik suara, dan pengisian suara, sekaligus aktif sebagai aktivis seni.
Ia juga populer sebagai aktor onnagata, yakni seniman yang kerap memerankan karakter perempuan dengan tata rias dan penampilan khas di panggung maupun layar. Peran itu membuat namanya menonjol dan diakui sebagai salah satu figur unik di industri hiburan Jepang.
Karier Miwa membentang lebih dari lima dekade sejak era 1960-an. Dalam rentang itu, ia tampil dalam sejumlah film klasik seperti Black Lizard dan Black Rose Mansion, yang memperkuat reputasinya sebagai aktor dengan karakter kuat.
Warisan di dunia animasi
Nama Akihiro Miwa juga sangat dikenal di kalangan penggemar animasi. Ia mengisi suara Moro dalam Princess Mononoke dan Witch of the Waste dalam Howl’s Moving Castle, dua film Studio Ghibli yang menjadi bagian penting dari sejarah animasi Jepang.
Kontribusinya di ranah itu tidak berhenti pada Studio Ghibli. Miwa juga menjadi pengisi suara Arceus dalam Pokémon: Arceus and the Jewel of Life, yang semakin menegaskan jangkauannya di industri animasi lintas generasi.
Kepergian Akihiro Miwa meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Jepang. Karya-karyanya tetap melekat di ingatan publik, dari panggung teater, film klasik, hingga film animasi yang terus ditonton penggemar di berbagai generasi.
Source: www.medcom.id






