Wajah Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Disorot, Benarkah Jodoh Memang Mirip?

Ayu Ting Ting dan Muhammad Kevin Gusnadi tengah ramai dibicarakan setelah warganet menilai wajah keduanya mirip. Dari situ, doa agar mereka berjodoh ikut mengalir di media sosial.

Fenomena seperti ini bukan hal baru. Banyak orang memang masih percaya bahwa pasangan yang cocok akan tampak semakin serupa, meski sains belum menjadikannya sebagai aturan pasti.

Kenapa Pasangan Sering Dianggap Mirip?

Dalam percakapan yang disiarkan langsung di media sosial, Ayu bahkan sempat menyinggung komentar publik soal kemiripan wajah mereka. Ia mengatakan, “Muka kita katanya mirip? Banyak yang bilang kita mirip,” seperti dikutip www.suara.com pada Rabu, 8 Juli 2026.

Anggapan bahwa jodoh punya wajah mirip sudah lama hidup di masyarakat. Namun, sampai sekarang belum ada bukti ilmiah yang menyatakan kemiripan wajah adalah tanda dua orang ditakdirkan bersama.

Meski begitu, sejumlah penelitian menemukan bahwa pasangan memang cenderung memiliki tingkat kemiripan wajah yang lebih tinggi dibandingkan dua orang yang dipasangkan secara acak. Salah satu penjelasan yang kerap muncul adalah assortative mating, yaitu kecenderungan memilih pasangan dengan karakteristik yang serupa.

TemuanInti PenjelasanMakna
Kemiripan pada pasanganPasangan bisa tampak lebih mirip daripada pasangan acakBukan bukti pasti soal jodoh
Assortative matingOrang cenderung memilih pasangan dengan sifat atau karakteristik serupaKemiripan bisa muncul dari kesamaan latar dan kepribadian
Pandangan visualUsia, ekspresi, dan kesan karakter juga memengaruhi penilaian wajahTerlihat mirip belum tentu struktur wajahnya sama

Fakta Ilmiah di Balik Wajah yang Terlihat Serupa

Menurut jurnal Revisiting facial resemblance in couples yang dikutip National Institutes of Health, kemiripan pada pasangan tidak hanya datang dari bentuk wajah. Kesan usia, ekspresi, hingga karakter yang ditangkap orang lain juga ikut memengaruhi penilaian itu.

Penelitian lain menunjukkan bahwa manusia cenderung merasa lebih nyaman pada wajah yang memiliki sedikit kemiripan dengan wajahnya sendiri. Kemiripan yang wajar bisa memberi kesan akrab, familier, dan dapat dipercaya.

Itu sebabnya, faktor ketertarikan saat memilih pasangan tidak selalu berdiri sendiri. Kesamaan latar belakang, nilai hidup, kepribadian, dan beberapa ciri fisik bisa membuat dua orang tampak serasi sejak awal.

Mirip Sejak Awal, Bukan Karena Lama Bersama

Di sisi lain, penelitian dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa pasangan tidak menjadi semakin mirip seiring lamanya menikah. Hasil analisis terhadap foto ratusan pasangan justru menunjukkan bahwa mereka sudah relatif mirip sejak awal hubungan.

Temuan itu sekaligus melemahkan anggapan bahwa wajah pasangan akan makin menyatu hanya karena hidup bersama dalam waktu lama. Faktor visual seperti gaya rambut, cara berpakaian, penggunaan kacamata, riasan, dan ekspresi juga bisa membuat dua orang tampak makin selaras di mata orang lain.

Dengan begitu, kemiripan wajah pada pasangan lebih tepat dipahami sebagai kombinasi kecenderungan memilih sosok yang mirip dan efek persepsi visual. Artinya, anggapan “jodoh wajahnya mirip” punya sebagian dasar ilmiah, tetapi tidak bisa dipakai sebagai patokan mutlak.

Dalam hubungan, kecocokan tetap bergantung pada komunikasi, nilai hidup, komitmen, dan kepribadian masing-masing orang. Kemiripan wajah mungkin menarik perhatian, tetapi bukan penentu utama sebuah hubungan bisa bertahan.

Source: www.suara.com
Terkait