Luna Maya akhirnya menanggapi tuduhan yang menyebut dirinya kerap mendatangi Gunung Kawi untuk menjalani ritual agar tetap awet muda. Respons singkatnya justru membuat percakapan di media sosial makin ramai.
Tuduhan itu muncul dari unggahan akun Threads @elephant.7753132 dan memantik beragam reaksi warganet. Dalam unggahan yang dibagikan pada Kamis (9/7/2026) itu, akun tersebut menulis bahwa Luna Maya disebut-sebut sering ke Gunung Kawi.
Respons Luna Maya di Threads
Luna Maya memilih menjawab langsung lewat kolom komentar dengan nada menyindir. Ia menulis, “Broh, Gunung Kawi banget. You’re the best lah.. Hahaha,” yang kemudian ramai dibicarakan pengguna Threads lainnya.
Balasan itu membuat sejumlah warganet menyoroti akun pengunggah tuduhan tersebut. Beberapa pengguna menilai akun itu perlu bertanggung jawab atas pernyataannya, terlebih karena dianggap beberapa kali membuat unggahan yang menyerang sang artis.
| Informasi Utama | Detail |
|---|---|
| Tokoh yang dituduh | Luna Maya |
| Isu yang beredar | Tuduhan kerap ke Gunung Kawi untuk ritual agar awet muda |
| Sumber unggahan | Akun Threads @elephant.7753132 |
| Respons Luna Maya | “Broh, Gunung Kawi banget. You’re the best lah.. Hahaha” |
Seorang pengguna Threads menuliskan komentar yang menandakan akun tersebut sudah diperhatikan langsung oleh Luna Maya. “Wow di-notice orangnya. Selamat ya yang buat akun. Aku saja enggak pernah mimpi di-notice artis,” tulis salah satu netizen.
Warganet lain bahkan menyarankan agar Luna Maya mempertimbangkan langkah hukum jika tuduhan itu sudah mengarah pada fitnah atau pencemaran nama baik. Mereka menilai unggahan seperti itu tidak cukup dibiarkan jika isi tudingannya dianggap makin jauh.
“Terusin saja buat utasan yang kayak begini. Tinggal gue capture dan dilaporin ke Luna. Kemarin-kemarin masih didiemin ya, tetapi kalau fitnahnya udah ngelantur, kamu wajib dikasih pelajaran,” tulis netizen lainnya.
Di sisi lain, ada pula pengguna Threads yang menduga unggahan tersebut hanya dibuat untuk mencari perhatian di media sosial. Mereka menilai motifnya lebih ke upaya mengejar tayangan atau viewer ketimbang menyampaikan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Lagi mabok dia, Lun, demi viewer,” tulis seorang netizen dalam kolom komentar. Respons beragam itu membuat isu yang awalnya muncul dari satu unggahan justru melebar menjadi perdebatan soal batas komentar publik terhadap selebritas.
