Asabri Tekan Beban Klaim THT, Tapi Rasio Masih Di Atas 100%

Author: Qoo Media

Program Tabungan Hari Tua (THT) kembali menjadi titik paling berat bagi PT Asabri (Persero) sepanjang 2025. Dari total 69.749 kejadian klaim yang dibayarkan, porsi terbesar datang dari THT sebanyak 56.782 kejadian.

Beban itu terlihat dari rasio klaim THT yang menembus 115,65%, naik dari 111,37% pada 2024. Dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026), Direktur Utama Asabri Jeffry Haryadi P. Manullang menyebut klaim THT mencapai Rp1,5 triliun sementara preminya Rp1,3 triliun.

Tiga Program, Tiga Tekanan Berbeda

Selain THT, Asabri juga membayar klaim pada program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 4.519 kejadian dan Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 8.448 kejadian. Di dua program itu, rasio klaim masih lebih terkendali dibanding THT.

Program Kejadian Klaim Pendapatan Premi Rasio Klaim
THT 56.782 Rp1,3 triliun 115,65%
JKK 4.519 Rp232,49 miliar 42,88%
JKM 8.448 Rp303,73 miliar 55,27%

Untuk JKK, pendapatan premi tercatat Rp232,49 miliar dengan beban klaim Rp99,69 miliar. Sementara JKM mencatat pendapatan premi Rp303,73 miliar dan beban klaim Rp167,86 miliar.

Peserta Bertambah, Tapi Tidak Secepat Proyeksi

Jeffry mengatakan underwriting margin THT pada 2025 masih minus 43,57%, menandakan beban asuransi tetap lebih tinggi daripada pendapatan. Meski begitu, ada kabar positif dari sisi jumlah peserta yang naik dari 1.479.707 menjadi 1.550.446 atau tumbuh 4,78%.

Asabri sebelumnya memproyeksikan penambahan sekitar 750 batalion yang berpotensi menambah lebih dari 750.000 peserta. Namun realisasi pertumbuhan peserta sepanjang 2025 belum seagresif perkiraan itu.

Dari total 1.550.446 peserta, sebanyak 1.050.276 merupakan peserta aktif dan 500.170 adalah peserta pensiun. Di kelompok aktif maupun pensiun, TNI AD menempati posisi pertama dengan total masing-masing 417.660 peserta aktif dan 250.338 peserta pensiun.

Penyaluran Pensiun Tetap Mengalir Besar

Selama 2025, Asabri juga telah menyalurkan dana pensiun sebesar Rp20,46 triliun. Angka itu naik 3,29% secara tahunan dari Rp19,81 triliun pada 2024.

Asabri menyebut 96,30% komitmen kinerja penyaluran pensiun dilakukan kepada Kementerian Keuangan sesuai surat Dirjen Perbendaharaan tertanggal 20 Februari 2026. Di tengah tekanan rasio klaim yang masih tinggi, perusahaan tetap menghadapi kebutuhan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan peserta dan beban manfaat yang terus berjalan.

Source: finansial.bisnis.com
Terbaru