Lagu kolaboratif berjudul Our Power resmi hadir sebagai seruan solidaritas untuk Palestina. Proyek ini mempertemukan Bella Fawzi, Cholil Mahmud Efek Rumah Kaca, dan sejumlah musisi Malaysia dalam satu karya pop-rock alternatif yang sarat pesan kemanusiaan.
Di tengah sorotan atas krisis kemanusiaan di Gaza, lagu ini diposisikan bukan sekadar rilis musik, melainkan anthem yang mendorong keberanian, persatuan, dan tindakan kolektif. Proyek kreatif tersebut diinisiasi oleh TPN Movement x Friends of Palestine dan terinspirasi oleh gerakan damai Global Sumud Flotilla serta Global March.
Pesan yang Dibawa Our Power
Our Power mengusung dorongan untuk menghentikan blokade di Gaza dan memperkuat suara solidaritas global bagi Palestina. Melalui melodi yang membangkitkan semangat, aransemen energik, dan lirik yang emosional, lagu ini menyoroti kekuatan masyarakat biasa ketika bersatu untuk menciptakan perubahan.
Dalam keterangan peluncuran di M Bloc Space, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/7), Bella Fawzi menjelaskan alasan penggunaan bahasa Inggris yang lebih dominan dalam single ini. Menurut dia, pilihan itu dibuat agar pesan lagu bisa menjangkau audiens yang lebih luas.
“Kita pengen di single kedua ini mayoritas lebih dominan bahasa Inggris karena kita pengen pesan dari lagu ini tuh reach wider audience, nggak cuman di Indonesia dan Malaysia aja, tapi kalau bisa ya melebihi itu. Bahkan kalau bisa masyarakat dunia,” kata Bella Fawzi.
Ia menambahkan harapannya agar pendengar di negara lain ikut terdorong menyuarakan Palestina setelah mendengar lagu tersebut. Di titik itu, Our Power ingin menjadi pintu masuk bagi pesan yang lebih luas, bukan hanya untuk dua negara asal para kolaboratornya.
Kolaborasi Indonesia dan Malaysia
Selain Bella Fawzi dan Cholil Mahmud, proyek ini turut melibatkan Noh Salleh, Kayda, Rebecca Reijman, Farrah Adeeba, Fia Fellow, Ibrahim Kamarudin, Lala Karmela, dan Eka Annash. Kehadiran para musisi, seniman, dan kreator dari Indonesia dan Malaysia itu membuat Our Power terasa sebagai karya lintas negara yang dibangun di atas semangat yang sama.
Penyanyi dan penulis lagu asal Malaysia, Noh Salleh, menyebut keterlibatannya dalam proyek ini sebagai sesuatu yang bermakna. Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Bella, Fia, Farrah Adeeba, Keyda, dan pihak lain yang mengundangnya bergabung.
“Buat saya, TPN, grup kita ini yang menyebarkan kebaikan, membebaskan mereka yang sedang diuji. I think we together dengan bersatu, bersatunya kita karena Palestina hari ini. So for me to be part of this project is like really something and thank you so much Bella, Fia, Kak Farrah Adeeba, Keyda, dan yang lain sudah sudi mengundang Noh Salleh,” ujar Noh Salleh.
Daftar Kolaborator dan Penggarap Lagu
| Nama | Peran |
|---|---|
| Cholil Mahmud | Kolaborator |
| Noh Salleh | Musisi asal Malaysia |
| Bella Fawzi | Kolaborator |
| Kayda | Rapper Malaysia |
| Rebecca Reijman | Kolaborator |
| Farrah Adeeba | Aktivis dan pembawa acara Malaysia |
| Fia Fellow | Kolaborator |
| Ibrahim Kamarudin | Kolaborator |
| Lala Karmela | Kolaborator |
| Eka Annash | Musisi The Brandals |
Single ini ditulis oleh Isabella Muliawati Fawzi, Fitria Anggraeni, dan Muhammad Masdar Ilmi. Liriknya ditulis oleh Isabella Muliawati Fawzi dan Lala Karmela, sementara bagian rap digarap oleh Kayda dan bagian spoken word dibawakan oleh Farrah Adeeba.
Dari sisi produksi, Our Power diaransemen dan diproduksi oleh Fia Fellow dan Daniel Samarkand. Proses rekamannya berlangsung di Sounds Better Pop Studio, Kamar Seni Studio, dan Backbeat Studio.
Secara musikal, lagu ini dibangun dengan sound pop-rock alternatif yang penuh energi. Drum yang kuat, gitar yang menghentak, vokal ekspresif, rap, dan spoken word dipadukan untuk menegaskan tema ketahanan, kebersamaan, dan pemberdayaan.
Kolaborasi ini juga menjadi kelanjutan dari perjalanan kreatif yang sebelumnya dirintis lewat Tanah Para Nabi, lagu berbahasa Indonesia yang dibuat untuk menyuarakan krisis kemanusiaan di Gaza dan menunjukkan solidaritas bagi Palestina. Our Power kini hadir sebagai versi yang lebih luas jangkauannya, dan sudah dipublikasikan di kanal YouTube Tanah Para Nabi.
