Yuzarsif atau Nabi Yusuf mendapat kepercayaan besar dari Firaun setelah mampu menjelaskan mimpi yang gagal ditafsirkan para imam dan ahli Mesir. Penjelasannya bukan hanya mengungkap ancaman paceklik, tetapi juga membuka jalan baginya untuk memimpin persiapan pangan kerajaan.
Dalam episode 26 serial Iran Nabi Yusuf, perubahan nasib Yuzarsif terjadi ketika istana dilanda kecemasan akibat dua mimpi Firaun. Di tengah kebuntuan para penafsir Kuil Amon, ia menawarkan makna mimpi sekaligus strategi menghadapi krisis yang akan datang.
Dua Mimpi yang Mengusik Firaun
Firaun mengalami mimpi pada dua malam berturut-turut yang sama-sama meninggalkan kegelisahan. Mimpi pertama memperlihatkan tujuh sapi gemuk keluar dari Sungai Nil, lalu ditelan tujuh sapi kurus setelah sungai mengering.
Pada malam berikutnya, Firaun melihat tujuh tangkai gandum hijau yang subur. Tangkai-tangkai itu kemudian kering setelah dirambati tujuh tangkai gandum layu.
Angmahu, Imam Besar Kuil Amon, memanggil para penafsir mimpi untuk mencari jawabannya. Mereka menggunakan pengamatan rasi bintang hingga bantuan arwah, tetapi hanya sampai pada kesimpulan bahwa sapi melambangkan tahun.
Para imam kemudian menganggap mimpi tersebut sebagai teka-teki yang tidak memiliki jawaban. Kegagalan itu membuat penjelasan Yuzarsif menjadi sangat menentukan bagi Firaun dan bangsawan Mesir.
Makna Mimpi Firaun dan Ancaman Paceklik
Yuzarsif menegaskan bahwa ia tidak sekadar menyampaikan dugaan seperti para penafsir sebelumnya. Ia menyatakan pengetahuan itu berasal dari Tuhannya dan menjelaskan arti setiap simbol dalam mimpi Firaun.
| Simbol dalam mimpi | Makna menurut Yuzarsif |
|---|---|
| Tujuh sapi gemuk dan tujuh tangkai gandum hijau | Tujuh tahun panen sangat melimpah di Mesir |
| Tujuh sapi kurus dan tujuh tangkai gandum kering | Tujuh tahun kemarau serta paceklik hebat setelah masa kelimpahan |
Penjelasan itu memberi gambaran bahwa Mesir akan memasuki dua masa yang bertolak belakang. Masa panen melimpah harus dimanfaatkan untuk mengantisipasi masa kemarau panjang dan kelangkaan bahan pangan.
Yuzarsif mengusulkan agar sebagian besar hasil pangan selama tujuh tahun kemakmuran disimpan sebagai cadangan. Persediaan tersebut nantinya digunakan untuk menjaga rakyat Mesir saat tujuh tahun paceklik tiba.
Firaun Mengangkat Yuzarsif
Kebijakan yang disampaikan Yuzarsif membuat Firaun kagum karena jawaban itu disertai solusi praktis. Sejumlah bangsawan sempat meragukan pengangkatan seorang asing, tetapi Firaun menilai Yuzarsif jujur, amanah, efisien, dan kompeten.
Firaun lalu mengangkatnya sebagai Menteri Keuangan dan Pertanian serta Penasihat Senior Firaun Mesir. Jabatan tersebut memberi Yuzarsif wewenang untuk mengelola aset negara dan hasil pertanian demi menghadapi ancaman kelaparan.
Pengangkatan itu juga menandai pergeseran besar dalam posisi Yuzarsif di istana. Dari seorang tahanan yang lama dipenjara, ia kini dipercaya mengatur langkah negara untuk menghadapi krisis pangan.
Permintaan Pertama Setelah Menjadi Menteri
Setelah menerima jabatan barunya, Yuzarsif tidak memakai kekuasaan untuk membalas perlakuan buruk yang pernah diterimanya. Ia justru meminta Firaun membebaskan seluruh tawanan perempuan, termasuk Zulaikha yang dipenjara karena mencemarkan nama baiknya.
Ia juga mengajukan pembebasan bagi seluruh narapidana di penjara Zafira dengan jaminan perilaku baik dari dirinya. Permintaan itu sempat menuai pengingat tentang perlakuan Zulaikha yang membuatnya mendekam bertahun-tahun, namun Yuzarsif memilih memaafkan.
Menurut Yuzarsif, orang yang membawa berkah bagi manusia tidak boleh menyimpan kebencian dan dendam. Perintah pembebasan akhirnya dikeluarkan dan membawa kegembiraan bagi para narapidana yang merasa tidak bersalah.
Zulaikha kemudian mengakui kebesaran hati Yuzarsif dan membebaskan pelayannya, Mimi Sabu. Suami Zulaikha juga mengakui kesalahannya di hadapan penghuni istana karena memenjarakan seorang pria yang jujur dan bijak demi mengikuti hawa nafsu istrinya.
Ketegangan Baru di Kuil Amon
Keberhasilan Yuzarsif menafsirkan mimpi Firaun memperdalam ketegangan di lingkungan Kuil Amon. Para imam merasa dipermalukan karena gagal memberi jawaban, sementara Yuzarsif menjelaskan makna mimpi melalui petunjuk dari Tuhannya.
Situasi itu berkembang menjadi perkara serius setelah seorang penafsir mimpi senior ditemukan meninggal di dermaga Sungai Nil. Pihak kuil berupaya menyebutnya sebagai bunuh diri akibat rasa malu, tetapi muncul kecurigaan mengenai pembunuhan berencana.
Inarus, penuang minuman Firaun, melaporkan dugaan keterlibatan Padiamon dan Ninever Kepta dalam kematian tersebut. Yuzarsif memerintahkan agar kejahatan itu diumumkan ke seluruh negeri supaya rakyat waspada terhadap konspirasi para imam.
Di tengah persiapan menyimpan pangan, Yuzarsif juga menerima kabar bahwa Malik bin Zar telah mencarinya lebih dari 20 tahun. Ia segera memerintahkan Inarus menemukan pria asing yang tampak lusuh itu dan membawanya ke istana.
