Mario Aji Kena Tilang di Spanyol, Denda Rp3,5 Juta saat Veda Ega Tertidur

Author: Qoo Media

Perjalanan latihan Mario Aji dan Veda Ega Pratama di Spanyol berubah menjadi pengalaman mahal. Mario ditilang polisi setelah mobil yang dikemudikannya melaju 120 km/jam di jalan dengan batas kecepatan 80 km/jam.

Denda pelanggaran itu dibayar langsung di tempat dan nilainya disebut mencapai sekitar Rp3,5 juta. Saat mobil dihentikan, Veda justru baru terbangun dari tidurnya di kursi penumpang.

Perjalanan Latihan dari Barcelona ke Mora

Insiden tersebut terjadi saat keduanya menempuh perjalanan latihan dari Barcelona menuju Mora, Spanyol. Perjalanan dengan mobil itu memakan waktu sekitar 2,5 jam dan mereka bepergian tanpa pendamping.

Mario mengandalkan aplikasi Waze untuk membantu perjalanan. Namun, ia mengatakan aplikasi tersebut saat itu tidak menampilkan penanda kamera, batas kecepatan, maupun posisi polisi seperti yang biasa ia lihat.

Menurut CNN Indonesia, Mario menyadari mobilnya berjalan di atas batas yang berlaku setelah dicegat petugas sebelum sebuah jembatan. Ia menyebut batas kecepatan di ruas tersebut 80 km/jam, sementara mobil melaju 120 km/jam.

Pembalap Peran saat perjalanan Kelas balap
Mario Aji Mengemudi mobil Moto2
Veda Ega Pratama Penumpang dan tertidur Moto3

Mario mengatakan polisi langsung menghentikan mobilnya di perjalanan tersebut. Pengalaman itu berbeda dari pemeriksaan yang pernah ia hadapi sebelumnya, ketika pengendara dihentikan untuk menjalani tes alkohol.

“Tiba-tiba sebelum jembatan ada polisi cegat gitu, waduh,” kata Mario saat menceritakan kejadian itu. Kali ini, pemeriksaan berujung pada tilang karena pelanggaran batas kecepatan.

Veda Baru Bangun saat Mobil Dihentikan

Veda mengaku tidak mengetahui situasi di jalan sebelum mobil berhenti karena sedang tertidur. Ia langsung heran ketika membuka mata dan melihat kendaraan mereka disetop polisi.

“Saya juga baru bangun. Loh kok disetop?” ujar Veda. Meski berada di dalam mobil saat pelanggaran terjadi, Veda tidak ikut patungan membayar denda yang diterima Mario.

Mario menanggapi singkat saat ditanya apakah rekannya memberi sumbangan untuk denda tersebut. “Enggak,” katanya.

Mario Lebih Sering Menyetir di Eropa

Di Eropa, Mario mengaku lebih sering memegang kemudi dibanding ketika berada di Indonesia. Ia bahkan berkelakar berperan sebagai sopir pribadi Veda untuk mengantar latihan pada pagi hari.

Rutinitas itu membuat Mario membangunkan Veda sebelum berangkat, lalu menyetir sendiri sementara rekannya tidur di mobil. Veda mengakui pilihan itu terjadi karena ia tidak dapat mengemudi di sana.

“Kadang kasihan, habis latihan itu kan capek ya. Kalau saya bisa tidur, Mas Mario yang nyetir,” ujar Veda. Ia mengatakan tidak punya pilihan lain dalam perjalanan tersebut selain beristirahat sebagai penumpang.

Mario berkendara di Spanyol dengan SIM internasional dan juga memiliki SIM A serta SIM C di Indonesia. Pengalaman tilang itu terjadi di tengah aktivitas latihan mereka selama menjalani karier balap di Eropa.

Veda sedang menjalani musim perdana di Moto3 bersama Honda Team Asia. Sementara itu, Mario memasuki musim ketiganya di Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia.

Keduanya pulang ke Indonesia pada jeda musim panas untuk menghadiri sejumlah agenda sebelum balapan di Mandalika. Perjalanan menuju latihan di Spanyol pun menjadi pengingat bahwa batas kecepatan tetap harus diperhatikan, meski rute telah dibantu aplikasi navigasi.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru