Afgan Sempat Kehilangan Suara Jelang Retrospektif, GERD Membuatnya Panik

Afgan menghadapi situasi yang menegangkan menjelang konser tunggal Retrospektif the Concert di Jakarta. Penyanyi itu sempat kehilangan suara, padahal pertunjukan yang merayakan perjalanan musiknya telah berada di depan mata.

Kondisi tersebut membuat persiapan konser terasa seperti perjalanan yang penuh naik turun bagi Afgan. Ia baru kembali bisa bernyanyi pada Rabu, sementara konser digelar pada Sabtu malam, 18 Juli 2026.

Di atas panggung Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Afgan membuka cerita itu setelah membawakan lagu “Jalan Terus” dan “Ku Dengannya Kau Dengan Dia”. Ia mengakui penampilannya malam itu belum sepenuhnya sempurna, tetapi tetap bertekad memberikan kemampuan terbaik kepada penonton.

“Walaupun malam ini saya nggak perfect, cuman saya akan memberikan seratus juta persen dari diri saya,” ujar Afgan. Ia juga meminta maaf kepada para penggemar apabila ada bagian penampilannya yang belum maksimal.

GERD dan Infeksi Sinus Menyerang Bersamaan

Masalah kesehatan yang dihadapi Afgan tidak hanya berasal dari satu arah. Ia mengatakan GERD yang kambuh dan infeksi sinus membuat kondisi suaranya tertekan dari bawah serta atas.

“Jadi tiba-tiba GERD naik, sinus infection. Jadi suara saya itu diserang dari bawah dan dari atas,” tutur Afgan dalam konser tersebut.

Menurut laporan www.medcom.id, Afgan sempat tidak dapat berbicara ketika suaranya hilang. Pengalaman itu kemudian dipandangnya sebagai ujian untuk belajar percaya bahwa keadaan akan membaik.

Afgan akhirnya dapat tampil di hadapan Afganisme meski masa pemulihannya berlangsung sangat dekat dengan hari konser. Respons penonton yang memberi teriakan semangat pun mengiringi pengakuannya dari panggung.

DetailKeterangan
Nama konserRetrospektif the Concert
WaktuSabtu malam, 18 Juli 2026
LokasiJakarta International Convention Center, Jakarta Pusat
Durasi pertunjukanLebih dari dua jam

Orang Tua Afgan Ikut Mendampingi Pemulihan

Di tengah kecemasan menjelang panggung besar itu, Afgan mendapat pendampingan langsung dari kedua orang tuanya. Ia menyebut ayah dan ibunya yang berprofesi sebagai dokter datang ke rumah untuk membantunya selama sakit.

“Mama Papa saya datang ke rumah bawain infus gitu. Btw, Mama Papa saya dokter, jadi ya udah, gratis,” kata Afgan yang disambut tawa penonton.

Ia mengungkapkan bahwa kedua orang tuanya juga sempat cemas karena keluhan GERD yang dialaminya belum kunjung membaik. Dukungan serupa datang dari teman dan sahabatnya yang terus menenangkan Afgan menjelang konser.

Afgan turut menyampaikan terima kasih kepada keluarga, manajemen, asisten, manajer, dan seluruh kru yang membantunya melewati masa sulit tersebut. Baginya, kehadiran mereka menjadi bagian penting hingga konser dapat terlaksana.

Perayaan 18 Tahun Perjalanan Musik

Retrospektif the Concert dipromotori Seven Star Production sebagai perayaan 18 tahun perjalanan musikal Afgan. Pertunjukan itu mengusung konsep grand symphonic universe yang memadukan musik, visual, dan narasi.

Konser tersebut didukung puluhan pemain orkestra bersama Erwin Gutawa Orchestra serta paduan suara Paragita. Selama lebih dari dua jam, Afgan membawakan sekitar 30 lagu dari album The One yang dirilis pada 2010 hingga Retrospektif pada 2025.

Panggung Retrospektif the Concert juga menghadirkan penampilan spesial Petra Sihombing, Mahalini, dan Kris Dayanti. Di tengah kondisi suara yang sempat mengkhawatirkan, konser itu tetap menjadi panggung penting dalam rangkuman perjalanan karier Afgan.

Source: www.medcom.id
Terkait