Film petualangan Pramuka disiapkan sebagai tontonan keluarga yang membawa pesan lebih dari sekadar hiburan. Ceritanya mengangkat keberanian, kepemimpinan, kerja sama, disiplin, serta kepedulian sosial yang dekat dengan nilai-nilai kepramukaan.
Alamanda Pictures meluncurkan film tersebut bersama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka atau Kwarnas. Kehadirannya diharapkan dapat menarik perhatian anak-anak dan remaja terhadap kegiatan yang membentuk kecakapan hidup serta rasa cinta Tanah Air.
Film sebagai Media Pendidikan Karakter
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso, menilai layar lebar dapat menjadi medium efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada generasi muda. Menurutnya, kolaborasi dunia seni dan pendidikan karakter perlu mendapat dukungan karena menyentuh masa depan bangsa.
Dalam peluncuran di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026), Budi Waseso menyebut film ini layak didukung bersama. Ia berharap Pramuka tidak berhenti sebagai tontonan yang menghibur, melainkan menjadi tuntunan yang memberi inspirasi.
“Film Pramuka merupakan langkah yang patut kita dukung bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter bangsa melalui media kreatif,” ujar Budi Waseso. Ia menekankan bahwa anak-anak dapat menerima pesan positif secara kuat melalui kekuatan visual dalam film.
Menurut Budi Waseso, Gerakan Pramuka tidak hanya identik dengan seragam dan kegiatan berkemah. Kegiatan ini merupakan proses pendidikan yang menumbuhkan karakter, kepemimpinan, kecakapan hidup, kepedulian sosial, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Patriotisme yang Dikemas dalam Petualangan
Produser Alamanda Pictures, Amanda Latief, mengatakan film ini dirancang agar relevan bagi keluarga Indonesia. Ia berharap karya tersebut dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan pendidik yang ingin merekomendasikannya kepada peserta didik.
“Ini adalah karya ciptaan manusia, memang tidak ada yang sempurna,” kata Amanda Latief. Namun, ia berharap film ini tetap bisa dinikmati penonton dan memberi manfaat bagi anak-anak melalui cerita yang disajikan.
Sutradara Alex Latief memasukkan unsur patriotisme dan pesan moral ke dalam cerita Film Pramuka. Pengalaman pribadinya sebagai anggota Pramuka saat mengikuti Jambore tahun 1977 menjadi salah satu kenangan yang kembali teringat ketika ia menerima proyek tersebut.
Alex menyebut film ini menghadirkan hiburan penuh kejutan tanpa meninggalkan sisi edukatifnya. Ia berharap penonton dari generasi sekarang dapat terdorong untuk mengenal dan mengikuti kegiatan Pramuka setelah menyaksikan kisah tersebut.
| Pemeran | Karakter | Pelajaran yang Disampaikan |
|---|---|---|
| Sabian | Budi | Disiplin dan kreativitas |
| Juno | Panji | Ketegasan dan kepemimpinan |
Pelajaran dari Tokoh Anak-anak
Sabian, yang memerankan Budi, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama proses syuting. Ia berharap film tersebut menjadi tontonan menarik bagi anak-anak Indonesia, sekaligus memberi pelajaran tentang disiplin dan kreativitas.
Juno memerankan Panji, sosok yang digambarkan tegas dan berani. Bagi Juno, karakter itu menjadi pembelajaran mengenai sikap yang diperlukan untuk menjadi seorang pemimpin.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan Pendidikan Karakter yang ingin diperkuat melalui kegiatan kepramukaan. Film ini menempatkan kepemimpinan bukan semata sebagai keberanian mengambil keputusan, tetapi juga sebagai proses belajar bagi anak-anak.
Dorongan untuk Menjangkau Lebih Banyak Daerah
Budi Waseso berencana menggandeng sejumlah kementerian agar sosialisasi film ini dapat menjangkau lebih banyak daerah. Ia mengajak keluarga besar Pramuka untuk menonton serta mendorong dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Dalam Negeri terhadap tontonan bertema pendidikan karakter.
Menurut Budi Waseso, penguatan karakter melalui Gerakan Pramuka menjadi salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Harapan itu membuat film Pramuka diposisikan sebagai ruang kreatif untuk mengenalkan disiplin, patriotisme, dan kepedulian kepada generasi bangsa.
