Jalan Pulang Membuat Kebaya Lebih Personal lewat Relasi Sheila Dara dan Widyawati

Author: Qoo Media

Kebaya tidak hanya hadir sebagai busana dalam film pendek Jalan Pulang, tetapi menjadi pintu bagi kisah yang lebih intim tentang hubungan ibu dan anak perempuan. Film berdurasi 20 menit ini mempertemukan Sheila Dara dan Widyawati dalam cerita tentang warisan keluarga, kenangan, serta cara generasi muda memaknai identitasnya.

Tokoh Dara, yang diperankan Sheila Dara, mulanya melihat kebaya semata sebagai bagian dari pekerjaan. Pandangannya berubah ketika proyek rebranding untuk desainer kebaya legendaris Madame Yati justru membuat ide-ide modernnya ditolak.

Penolakan tersebut membawa Dara kembali ke rumah ibunya, yang diperankan Widyawati. Di antara tumpukan kebaya lama peninggalan ibu dan neneknya, Dara menemukan sumber inspirasi sekaligus ruang untuk memperbaiki kedekatan yang sempat renggang.

Kebaya sebagai cerita lintas generasi

Jalan Pulang menempatkan kebaya sebagai benda yang menyimpan perjalanan personal, bukan hanya pakaian tradisional. Cerita-cerita yang melekat pada kebaya warisan itu menjadi bagian penting dari perubahan Dara, baik dalam karier maupun dalam relasinya dengan keluarga.

Bakti Budaya Djarum Foundation menggarap film ini sebagai rilisan terbaru kampanye tahunan berkebaya menjelang Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli 2026. Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, menyebut proyek tahun ini sengaja dibuat dengan pendekatan yang lebih tenang dan mendalam.

Menurut Renitasari, kampanye kebaya pada 2024 melalui Kebaya Kala Kini memiliki pendekatan yang lebih artistik. Sementara itu, Kita Berkebaya pada 2025 dibuat dalam skala yang lebih kolosal, sedangkan Jalan Pulang diarahkan menjadi kisah yang lebih personal.

“Kami ingin membuat yang lebih deep, lebih kalem, lebih memaknai arti dari kebaya itu,” kata Renitasari dalam jumpa media setelah gala premier pada Rabu (22/7). Ia menilai kebaya sebagai warisan budaya yang tetap dapat dipertahankan karena masih bisa dikenakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemeran Karakter Peran dalam cerita
Sheila Dara Dara Creative director agensi yang mencari makna baru tentang kebaya
Widyawati Ibu Dara Penghubung Dara dengan kebaya dan cerita keluarga
Asri Welas Madame Yati Desainer kebaya legendaris yang menjadi klien proyek Dara
Sharon Sitania Turut membintangi film pendek ini

Relasi ibu dan anak menjadi pusat emosi

Riset yang dilakukan tim Bakti Budaya Djarum Foundation menemukan bahwa kebaya di masyarakat kerap memiliki kisah personal. Ada kebaya yang diwariskan dari ibu kepada anak perempuan, maupun yang berpindah cerita di antara saudara dalam satu keluarga.

Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan oleh Widya Arifianti dan Ayesha Alma Almera ke dalam naskah yang berfokus pada hubungan ibu dan anak perempuan. Bramsky menggarap film ini, sementara penataan kostum ditangani Hagai Pakan.

Sheila Dara mengaku tersentuh dengan naskah film tersebut hingga memutuskan menerima tawaran beradu akting dengan Widyawati. Ia mengatakan perjalanan Dara terasa dekat karena tokoh itu awalnya menganggap kebaya sebagai pekerjaan, lalu menemukan makna yang lebih dalam melalui keluarganya.

“Rasanya diingatkan lagi kalau kebaya itu yang diwariskan itu bukan cuma fisiknya saja, cuma pakaiannya saja, tetapi ada cerita-ceritanya, momen-momen hangatnya, kenangan-kenangannya,” kata Sheila Dara. Pengalaman berbagi kebaya dalam keluarganya sendiri turut membuatnya melihat kebaya sebagai sesuatu yang lebih dari pakaian dan identitas perempuan Nusantara.

Jalan Pulang akan tayang di kanal YouTube Indonesia Kaya mulai 24 Juli 2026. Film ini membawa kebaya ke dalam ruang yang lebih dekat dengan keseharian, melalui perjalanan seorang perempuan yang pulang untuk memahami kembali asal-usulnya.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru