Persebaya Surabaya masih merasakan luka mendalam setelah kalah di kandang sendiri dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 1-2 pada pekan ke-21 Super League 2025/26. Kekalahan ini tidak sekadar kehilangan poin, tetapi juga menghancurkan rangkaian 13 pertandingan tanpa terkalahkan yang sebelumnya diraih oleh Bajol Ijo.
Bek Persebaya, Leo Lelis, menjadi salah satu sosok yang paling merasakan dampak kekalahan tersebut. Pemain asal Brasil berusia 32 tahun itu mengungkapkan, meski kekecewaan sangat terasa, tim tidak akan larut dalam penyesalan. Mereka memilih untuk fokus memperbaiki diri dan segera bangkit kembali.
Kekecewaan yang Membakar Semangat
Setelah pertandingan, Leo mengatakan bahwa ruang ganti tim dipenuhi emosi yang campur aduk. Rasa kesal dan kecewa menjadi motivasi kuat bagi seluruh pemain untuk membalas hasil buruk itu. Ia menegaskan bahwa kerja keras dan komitmen menjadi kunci untuk mengembalikan performa terbaik Persebaya.
“Kami menantikan pertandingan berikutnya agar dapat mengubah situasi dan meraih tiga poin untuk membawa suasana positif bagi tim secepat mungkin,” ucap Leo. Pernyataan ini menegaskan tekad Bajol Ijo untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan segera mendapatkan hasil maksimal.
Persiapan Intens Menghadapi Persijap Jepara
Target kebangkitan Persebaya akan diuji saat mereka bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, markas Persijap Jepara, di pekan ke-22. Pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat karena Persijap memiliki rekor kuat saat bermain di kandang sendiri, sementara Persebaya datang dengan ambisi besar untuk menebus kegagalan.
Leo Lelis mengungkapkan bahwa seluruh pemain sudah mengubah kekecewaan menjadi bahan bakar motivasi. Latihan semakin intensif dan komunikasi dalam tim dikembangkan untuk memperkuat kerja sama. Fokus penuh diarahkan pada persiapan menghadapi Persijap agar bisa tampil maksimal.
Strategi untuk Bangkit dan Raih Kemenangan
Strategi Persebaya dalam menghadapi Persijap meliputi:
- Peningkatan intensitas latihan fisik dan taktik.
- Penguatan komunikasi antar pemain dalam latihan dan pertandingan.
- Fokus mental agar siap menghadapi tekanan laga tandang.
- Motivasi dan semangat tinggi agar tim terus berkembang.
Leo menuturkan, “Jawaban terbaik untuk kekalahan adalah dengan bekerja keras, dan terus bekerja dengan lebih keras. Kami mempersiapkan diri dengan sangat serius dan sebaik mungkin untuk pertandingan berikutnya.”
Dari pernyataan tersebut jelas bahwa Persebaya bertekad bangkit dengan energi baru. Mereka ingin menghapus rasa sakit kekalahan dengan meraih hasil positif pada laga tandang berikutnya.
Terus dipantau bagaimana performa Leo Lelis dan kawan-kawan saat melawan Persijap, yang menjadi ujian pertama bagi Bajol Ijo setelah kehilangan rekor tak terkalahkan di kandang. Ambisi dan semangat juang menjadi faktor penentu dalam mengarungi sisa musim ini.
Source: www.persebaya.id






