Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana gagal menunjukkan peningkatan performa seperti yang dijanjikan setelah tersingkir di babak kedua Swiss Terbuka 2026. Pasangan ganda putra Indonesia itu kalah dari Kang Khai Xing/Aaron Tai asal Malaysia dengan skor 12-21, 23-21, 16-21 di St Jakobshalle, Basel.
Kekalahan ini datang hanya seminggu setelah Leo/Bagas lebih dulu tersingkir di babak pertama All England atas pasangan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan. Peringkat dunia mereka pun turun signifikan, dari posisi ke-13 menjadi ke-18, akibat menurunnya poin dibandingkan saat finalis All England tahun sebelumnya.
Sebelumnya, Leo/Bagas sempat mengalami nasib yang sama di babak kedua Indonesia Masters dan kemudian meraih gelar juara di Thailand Masters yang memiliki level setara dengan Swiss Terbuka, Super 300. Meski memiliki persiapan hampir sebulan untuk All England, hasil di turnamen bergengsi tersebut tetap mengecewakan.
Setelah lolos babak pertama Swiss Terbuka, Leo dan Bagas menyatakan tekad untuk bangkit dan menampilkan permainan yang lebih fokus dan santai. Namun, hasil pertandingan melawan Kang/Tai membuktikan sebaliknya. Bagas mengakui bahwa ini kali pertama mereka bertemu lawan tersebut sehingga belum bisa beradaptasi dengan gaya permainan cepat dari pasangan muda Malaysia tersebut.
Leo menuturkan banyak kesalahan yang mereka buat selama pertandingan, terutama pada gim pertama saat lawan mengendalikan lapangan depan dan membuat mereka bingung menentukan strategi. Pada gim kedua, mereka sempat bangkit dan unggul, tetapi tension tinggi pada akhir gim membuat mereka harus menjalani adu setting sebelum menang. Meski memberikan perlawanan sengit, ganda putra unggulan ketiga itu akhirnya menyerah di gim ketiga.
Kesulitan Leo/Bagas menghadapi kecepatan Kang/Tai yang merupakan juara dunia yunior 2024 sangat terlihat. Sebelumnya, pasangan Malaysia ini juga mengalahkan wakil Indonesia lainnya, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat. Dengan kekalahan tersebut, Indonesia kehilangan seluruh wakil ganda putra dalam dua babak saja setelah pasangan lain, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, tersingkir di babak pertama.
Penurunan Performa Ganda Putri Indonesia
Ganda putri Indonesia pun mengalami nasib serupa dengan tersingkirnya semua pasangan di babak kedua. Febriana Dwipuji Kusuma/Rachel Alessya Rose kalah dari unggulan kedua asal China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, dengan skor 13-21, 19-21. Pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi memberikan perlawanan sengit kepada unggulan ketiga asal Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, sebelum kalah 19-21, 21-13, 14-21.
Satu pasangan ganda putri Indonesia lainnya, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, sudah tersingkir lebih awal di babak pertama. Penampilan ini menurun dibandingkan All England, di mana Febriana/Meilysa mampu menembus perempat final.
Harapan dari Wakil Indonesia Lainnya
Meski begitu, Indonesia masih berharap pada enam wakil lain yang berlaga di perempat final Swiss Terbuka. Mereka adalah Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Anthony Sinisuka Ginting, dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil.
Ganda campuran Adnan/Indah sudah memastikan satu tempat di semifinal setelah lolos dari babak kedua dan akan berhadapan dengan Amri/Nita. Pemenang pertandingan tersebut berpeluang bertemu Jafar/Felisha di semifinal apabila mereka mengalahkan pasangan China, Cheng Xing/Zhang Chi.
Alwi Farhan juga menunjukkan peluang bagus setelah menang atas Jia Heng Jason Teh (Singapura) 21-17, 22-20 dan akan melawan Jason Gunawan (Hong Kong). Alwi mengungkapkan harus fokus menghadapi lawan yang cukup sulit berdasarkan pengalaman pertemuan sebelumnya dengan skor 2-1 untuk dirinya.
Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani akan melawan juara dunia yunior 2023, Pitchamon Opatniputh dari Thailand, setelah berhasil melewati tekanan dari Wong Ling Ching (Malaysia). Saat melawan Wong, Putri tertinggal di awal sehingga harus sabar dan fokus untuk mengejar poin reli demi kemenangan.
Dengan hasil-hasil tersebut, fokus utama tim Indonesia kini akan tertuju pada perbaikan performa Leo/Bagas serta peningkatan konsistensi seluruh wakil dalam turnamen-turnamen mendatang. Upaya mereka di Swiss Terbuka menjadi evaluasi penting sebelum menghadapi kompetisi tingkat dunia lainnya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.kompas.id