150 Pelajar Halmahera Barat Lolos Seleksi Awal Paskibraka 2026, Persaingan Baru Dimulai

Sebanyak 150 pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dinyatakan lolos seleksi awal calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka untuk peringatan HUT RI ke-81. Mereka selanjutnya akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan yang digelar pemerintah daerah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik setempat.

Seleksi ini berjalan berdasarkan Surat Edaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP Nomor 1 Tahun 2025. Data panitia menunjukkan minat pelajar cukup tinggi karena ada 267 pendaftar secara daring, lalu 230 peserta lolos verifikasi administrasi faktual sebelum disaring lagi pada tahap pengukuran fisik.

Lulus seleksi awal

Kepala Kesbangpol Halmahera Barat, Asnath Sowo, mengatakan tahap pengukuran tinggi badan menjadi penentu berikutnya setelah verifikasi administrasi. Dari proses itu, hanya 150 peserta yang dinyatakan memenuhi kriteria, dengan rincian 93 putra dan 57 putri.

Asnath menyampaikan bahwa jumlah pendaftar tahun ini menunjukkan antusiasme pelajar yang besar terhadap seleksi Paskibraka. Ia menegaskan seluruh proses dilakukan bertahap agar peserta yang terpilih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tahapan seleksi berikutnya

Bagi 150 peserta yang lolos, tahapan selanjutnya adalah seleksi Pembinaan Ideologi Pancasila atau PIP dan intelegensi umum. Tes ini dijadwalkan berlangsung secara daring dengan sistem gugur pada 6-7 April 2026 di Aula Bidadari Kantor Bupati Halmahera Barat.

Narahubung seleksi, M. Syamsir Ali, mengatakan peserta yang berhasil melewati tes intelegensi akan masuk ke tahapan kesehatan dan parade pada 8-10 April 2026. Setelah itu, peserta yang bertahan akan menjalani seleksi akhir pada pertengahan April.

Berikut tahapan seleksi yang telah diumumkan panitia:

  1. Seleksi PIP dan intelegensi umum pada 6-7 April 2026
  2. Seleksi kesehatan dan parade pada 8-10 April 2026
  3. Seleksi akhir pertengahan April, meliputi PBB, Samapta, kepribadian, dan wawancara

Sistem penilaian akhir

Syamsir menjelaskan seleksi tahap akhir menggunakan sistem perankingan nilai atau akumulatif kuantitatif. Metode itu dipakai untuk menilai peserta secara lebih objektif sebelum penetapan akhir diumumkan.

Ia menambahkan, pengumuman hasil seleksi tingkat kabupaten baru akan disampaikan setelah hasil seleksi Paskibraka tingkat provinsi dan nasional diumumkan. Mekanisme ini mengikuti alur pembinaan Paskibraka secara berjenjang dari daerah hingga tingkat nasional.

Komposisi peserta dan tim seleksi

Seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan siswa kelas X dengan rentang usia 15 hingga 18 tahun. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Halmahera Barat.

Tim seleksi tahun ini berjumlah 17 personel gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, tim medis, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia atau DPPI, serta internal Kesbangpol Halmahera Barat. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan proses seleksi dijalankan dengan pengawasan teknis, kesehatan, dan pembinaan ideologi secara bersamaan.

Kerangka seleksi tersebut juga menekankan pentingnya kesiapan fisik, disiplin, kemampuan intelektual, dan pemahaman kebangsaan bagi calon Paskibraka. Dengan tahapan yang masih panjang, persaingan menuju formasi akhir diperkirakan tetap ketat hingga pengumuman resmi ditetapkan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.tandaseru.com

Berita Terkait

Back to top button