Gary Neville melontarkan kritik keras kepada Barcelona terkait upaya klub itu menegosiasikan ulang klausul pembelian Marcus Rashford. Mantan bek Manchester United itu menilai langkah Barcelona tidak pantas dan merugikan kesepakatan yang sudah dibuat bersama.
Neville menyampaikan komentarnya dalam podcast Stick to Football dan menegaskan bahwa Rashford justru menunjukkan kebangkitan performa di Spanyol. Ia menilai Barcelona seharusnya menghormati nilai yang telah disepakati sejak awal.
Neville Soroti Performa Rashford
Rashford disebut tampil dalam lebih dari 40 pertandingan bersama Barcelona, dengan catatan 11 gol dan lebih dari 10 assist. Neville menilai kontribusi itu membuktikan bahwa penyerang Inggris tersebut kembali menemukan level terbaiknya.
Ia juga menegaskan bahwa pemain seperti Rashford layak mendapat apresiasi karena mampu bangkit setelah masa sulit di Manchester United. Menurut Neville, performa itu seharusnya memperkuat alasan Barcelona untuk menuntaskan kesepakatan pembelian.
Klausul 26 Juta Poundsterling Jadi Pusat Perselisihan
Masalah utama muncul ketika Barcelona disebut ingin membayar lebih rendah dari nilai pembelian yang telah disepakati, yaitu 26 juta poundsterling. Neville menyebut sikap itu tidak masuk akal karena klausul tersebut sudah menjadi bagian dari kesepakatan pinjaman awal.
Berikut inti persoalan yang disorot Neville:
- Rashford dipinjamkan Manchester United saat klub membutuhkannya.
- Barcelona dan United sudah menyepakati klausul pembelian wajib senilai 26 juta poundsterling.
- Rashford tampil produktif dan menaikkan kembali nilainya di pasar transfer.
- Barcelona justru disebut ingin menawar ulang biaya yang sudah disetujui.
Neville menilai tindakan itu mencerminkan pola yang kerap dikaitkan dengan strategi transfer Barcelona di masa lalu. Ia meminta Manchester United tidak mengalah dan tetap berpegang pada nilai kontrak yang ada.
Manchester United Diminta Bersikap Tegas
Legenda United itu menyebut klub lamanya harus mempertahankan posisi dan menolak negosiasi baru yang dianggapnya tidak perlu. Neville menilai jika Barcelona menginginkan Rashford, maka klub asal Catalunya itu harus membayar sesuai kesepakatan awal.
Rashford sendiri bergabung dengan Barcelona lewat skema pinjaman yang disertai klausul pembelian wajib. Kesepakatan itu dibuat untuk memberi jalan keluar bagi sang penyerang setelah performanya bersama United mengalami penurunan dalam beberapa musim terakhir.
Sampai saat ini, sorotan terhadap klausul tersebut menambah perhatian publik pada masa depan Rashford. Situasi itu juga kembali memunculkan perdebatan soal kepatuhan klub besar terhadap detail kontrak dan cara mereka menjalankan negosiasi transfer.
