India muncul sebagai pasar paling besar untuk ChatGPT Images 2.0 sejak peluncurannya pekan lalu. Namun, di luar India, sambutannya belum menunjukkan lonjakan besar karena pertumbuhan global masih relatif terbatas.
OpenAI mengatakan pola awal pemakaian di India didominasi oleh kebutuhan ekspresi diri. Pengguna membuat avatar, potret bergaya studio, gambar bertema fantasi, hingga visual yang menempatkan diri mereka sebagai tokoh utama.
Di sisi lain, data pihak ketiga yang ditinjau TechCrunch menunjukkan gambaran yang lebih hati-hati. Unduhan aplikasi ChatGPT memang naik 11% secara week-over-week setelah peluncuran, tetapi kenaikan keterlibatan harian hanya sekitar 1% dan sesi harian juga naik tipis sekitar 1%.
Similarweb juga mencatat lalu lintas web global ChatGPT naik sekitar 1,6% secara week-over-week pada periode yang sama. Angka itu menunjukkan minat yang ada, tetapi belum cukup besar untuk disebut ledakan global.
India jadi pusat aktivitas
India tetap menjadi sumber aktivitas terbesar selama rollout Images 2.0. Sensor Tower memperkirakan ChatGPT diunduh sekitar 5 juta kali di India pada minggu peluncuran, dibandingkan kira-kira 2 juta kali di Amerika Serikat.
Meski volumenya besar, pertumbuhannya di India tetap tergolong moderat dari minggu ke minggu. Similarweb mencatat pengguna aktif harian di India naik sekitar 3,4% secara week-over-week selama periode tersebut.
OpenAI melihat tren awal di India lebih banyak dipakai untuk hasil visual yang personal ketimbang sekadar fungsi praktis. Pengguna membuat foto bergaya studio dari gambar sehari-hari, konten siap unggah ke media sosial, dan visual imajinatif yang berpusat pada diri sendiri.
Lonjakan lebih tajam di pasar berkembang
Pola yang lebih kuat justru muncul di sejumlah pasar berkembang lain. Sensor Tower menunjukkan Pakistan, Vietnam, dan Indonesia mencatat lonjakan unduhan aplikasi ChatGPT yang lebih tajam, dengan kenaikan hingga 79% secara week-over-week selama periode peluncuran.
Temuan itu menandakan minat terhadap alat gambar AI tidak bergerak merata di semua negara. India memimpin dari sisi skala pengguna, sementara negara-negara lain menunjukkan dorongan pengguna baru yang lebih agresif.
Perbedaan itu juga memperlihatkan bagaimana adopsi alat gambar AI bisa bergantung pada pasar masing-masing. Di beberapa negara, produk baru ini tampak memicu gelombang unduhan yang kuat, sementara di pasar yang lebih besar pertumbuhannya cenderung lebih bertahap.
Fitur baru yang dibawa Images 2.0
ChatGPT Images 2.0 dirancang untuk menangani prompt yang lebih kompleks dan menghasilkan visual yang lebih detail. OpenAI juga menyoroti kemampuan membuat teks yang lebih akurat dalam banyak bahasa.
Pembaruan ini mencakup peningkatan rendering untuk teks non-Latin, termasuk Hindi dan Bengali. Selain itu, ada kemampuan “thinking” baru yang memungkinkan sistem menyempurnakan hasil dan menghasilkan beberapa variasi dari satu prompt.
Di India, pengguna awal juga terlihat bereksperimen dengan format yang lebih beragam. OpenAI menyebut ada yang membuat sampul koran bertema fantasi, visual ala tarot, moodboard mode, restorasi foto lama, dan kolase potret sinematik.
Persaingan makin ketat di ranah gambar AI
Peluncuran Images 2.0 datang saat persaingan di pasar pembuatan gambar berbasis AI semakin intens. Google sebelumnya juga mencatat traction awal yang kuat di India lewat model berfokus gambar miliknya, Nano Banana.
Kondisi itu membuat India terlihat sebagai pasar penting untuk produk image generation. Dengan basis pengguna yang sangat besar dan minat yang cepat tumbuh, negara itu menjadi salah satu medan uji paling menarik bagi perusahaan AI yang ingin memperluas adopsi fitur visual mereka.
Source: techcrunch.com






