Marc Klok kembali menunjukkan bahwa nilai seorang kapten tidak selalu diukur dari ban di lengan. Saat Persib Bandung mengunci gelar juara melalui hasil imbang melawan Persijap Jepara, ia tidak bermain karena akumulasi kartu kuning, tetapi perannya justru semakin terlihat besar.
Di balik pesta juara itu, Klok berdiri sebagai salah satu figur yang ikut membawa Persib meraih hattrick juara Indonesia. Persib juga mencatat sejarah dengan tiga gelar beruntun, meski musim ini titel harus dipastikan sampai laga terakhir karena Borneo FC menempel dengan poin sama dan hanya kalah head to head.
Kapten yang tak selalu mencuri perhatian
Klok berusia 33 tahun dan tetap menjadi pengatur tempo di lini tengah Persib. Ia menghubungkan lini belakang dan depan, lalu rela melakukan pelanggaran taktis untuk memutus serangan lawan.
Gaya bermain itu membuatnya sering menerima kartu kuning. Pada musim 2021/2022, ia mengoleksi 11 kartu kuning dalam 27 pertandingan, sedangkan musim ini ia mencatat 7 kartu kuning dari 25 laga.
Catatan itu tidak membuatnya dicap sebagai pemain kasar. Sepanjang kariernya bersama Persib, ia baru menerima satu kartu merah, yaitu pada musim 2024/2025.
Di lapangan, kontribusinya kerap tidak semencolok pemain yang rajin mencetak gol. Namun, banyak pihak menilai ritme permainan tim justru bergerak stabil karena perannya sebagai penghubung antarlini.
Pengaruhnya terasa setelah peluit akhir
Peran Klok tidak berhenti saat pertandingan selesai. Di ruang ganti, tribun stadion, hingga kehidupan di luar sepak bola, ia juga berfungsi sebagai penghubung yang piawai.
Kemampuan itu sangat terlihat dari bahasa yang ia kuasai. Klok menguasai bahasa Belanda, Inggris, dan Indonesia, lalu memakai itu untuk menjembatani komunikasi di dalam tim.
Instruksi pelatih asing bisa ia sampaikan kepada pemain lokal. Sebaliknya, ia membantu pemain asing memahami kultur sepak bola Indonesia yang berbeda dari Eropa.
Klok mengambil kursus bahasa setelah berkarier di Indonesia. Kini, ia percaya diri memakai bahasa Indonesia dalam wawancara, jumpa pers, dan percakapan sehari-hari dengan pemain lokal.
Bahasa Belanda juga memudahkannya beradaptasi dengan sesama pemain naturalisasi di Persib dan tim nasional Indonesia. Saat ini, ia satu tim dengan Thom Haye hingga Eliano Reijnders.
Ia juga ikut mengenalkan kehidupan di Indonesia kepada rekan-rekannya. Penjelasan itu mencakup kultur sepak bola lokal, makanan, sampai tempat tinggal.
Pemimpin di hadapan bobotoh
Sebagai kapten Persib, Klok beberapa kali tampil di garis depan ketika hubungan tim dan suporter memanas. Ia pernah maju untuk menenangkan bobotoh yang kecewa dan aktif mengajak dukungan positif di media sosial.
Di laga penentuan juara, ia mendatangi tribun penonton setelah memakai kacamata hitam andalannya dan jersey biru bernomor 23. Di depan bobotoh, ia mengangkat trofi tinggi-tinggi sebagai bentuk perayaan bersama.
Klok bahkan menyampaikan ucapan untuk Persib, bobotoh, dan semua orang yang berhati biru dalam tiga bahasa sekaligus. Ia menyebut perjuangan berat itu layak dirayakan bersama semua pendukung Persib.
Kemampuan menjaga ritme dan keseimbangan tim membuatnya kerap disebut mirip Andrea Pirlo. Namun, Klok sendiri tidak mengidolakan Pirlo dan justru menyebut David Beckham sebagai patron utamanya.
Membangun masa depan di luar lapangan
Klok juga membaca bahwa popularitas pesepak bola tidak berlangsung selamanya. Karena itu, ia mulai membangun fondasi di luar lapangan sejak masih aktif bermain.
Ia merambah bisnis media digital, real estate, hingga label mode MK. Terbaru, ia membuka fasilitas olahraga padel di Bandung.
Di tengah karier dan bisnisnya, Klok membangun Marc Klok Foundation pada 2023. Yayasan itu bergerak membantu anak-anak Indonesia melalui pendidikan dan fasilitas olahraga.
Salah satu proyeknya adalah pembangunan Sekolah Luar Biasa Budi Mulia di Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Sekolah untuk anak berkebutuhan khusus itu dibangun dengan eco-bricks dari limbah plastik daur ulang.
Yayasan tersebut juga membangun lapangan sepak bola gratis di Cipinang Besar Utara, Jakarta. Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Klok ikut membantu renovasi panti asuhan dan Madrasah Aliyah Nurussalamah yang rusak akibat gempa bumi.
Ia juga berkontribusi memperbaiki ambulans milik Viking, kelompok suporter Persib Bandung. Ambulans itu dipakai untuk kegiatan sosial dan pemulihan bencana alam, dan Klok bahkan menyumbangkan dua pasang sepatu yang pernah ia gunakan dalam laga resmi.
Dari kritik ke pembuktian
Perjalanan Klok di Indonesia tidak selalu mulus. Ia pernah dijuluki “Money Klok” oleh penggemar yang kecewa, terutama setelah kepindahannya dari Persija Jakarta ke Persib Bandung dianggap oportunis.
Namun, kritik itu dibalas dengan prestasi. Dari “Money Klok”, ia berubah menjadi “Trophy Klok” lewat banyak trofi yang dipersembahkan untuk Persib.
Klok lahir di Amsterdam pada 20 April 1993 dan kini berstatus pemain Persib Bandung serta Timnas Indonesia. Ia juga sudah resmi menjadi warga negara Indonesia sejak 12 November 2020.
Bersama Timnas Indonesia, Klok sudah tampil 21 kali dan menyumbang lima gol. Pengalamannya bermain di Skotlandia hingga Bulgaria juga ikut membentuk cara pandangnya bahwa ia harus terus menyesuaikan diri, baik di dalam maupun di luar lapangan.
