Ditekuk Wakil China, Sabar/Reza Pulang Sebagai Runner Up Australia Open 2026

Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani harus puas finis sebagai runner up Australia Open 2026 setelah kalah di final dari wakil China, Chen/Liu. Mereka tumbang dua gim langsung 21-15, 21-17 di State Sport Centre, Sydney, pada Minggu (14/6).

Hasil itu menutup peluang Indonesia menambah gelar dari sektor ganda putra, meski kontingen masih pulang dengan satu gelar juara lewat Alwi Farhan. Di sisi lain, Febriana Dwipuji Kusuma/Meiilysa Trias Puspitasari juga lebih dulu kalah di final ganda putri, sehingga Indonesia sempat memburu penebusan di laga penutup.

Gim pertama sempat ketat, lalu lepas dari genggaman

Sabar/Reza memulai pertandingan dengan meraih poin pertama, tetapi Chen/Liu segera berbalik unggul 3-1. Setelah itu, duel berlangsung sengit dan skor sempat imbang 8-8.

Masalah mulai muncul saat pasangan Indonesia tertinggal 11-8 pada interval gim pertama. Selepas jeda, mereka kesulitan mengejar ritme lawan dan tertinggal makin jauh hingga 17-10 sebelum gim pertama ditutup Chen/Liu 21-15.

Bangkit di gim kedua, tetapi gagal menjaga momentum

Awal gim kedua justru menjadi milik Chen/Liu yang langsung mencatat tiga poin beruntun. Sabar/Reza sempat tertinggal jauh 8-2 karena permainan cepat lawan sulit diantisipasi.

Mereka kemudian bangkit dan merebut empat poin beruntun untuk menyamakan skor 9-9 dan 10-10. Bahkan, Sabar/Reza sempat unggul 11-10 dan kembali memimpin 14-12 serta 16-14 sebelum Chen/Liu menyamakan keadaan dan merebut kendali.

Setelah skor 16-16, Chen/Liu melaju lagi dan unggul 17-16. Mereka menjaga keunggulan sampai menutup gim kedua 21-19, sekaligus memastikan gelar juara Australia Open 2026.

Dominasi China di final, Indonesia tetap pulang dengan catatan positif

Kemenangan Chen/Liu menegaskan kualitas mereka dalam final yang berlangsung ketat di fase-fase tertentu. Sabar/Reza sendiri memperlihatkan daya juang kuat, terutama saat membalikkan keadaan di gim kedua setelah tertinggal cukup jauh.

Namun, dua gim itu juga memperlihatkan masalah mereka dalam menjaga konsistensi saat lawan mulai menemukan tempo terbaik. Indonesia akhirnya menutup turnamen ini dengan satu gelar, sementara dua nomor lain harus puas di posisi runner up.

Source: www.cnnindonesia.com

Terkait