Spanyol Hanya Punya Satu Rencana Lawan Austria, Beri Bola ke Lamine Yamal

Spanyol menyiapkan rencana yang sederhana saat menghadapi Austria di babak 32 besar Piala Dunia: memaksimalkan Lamine Yamal. Marcos Llorente menegaskan timnya sedang bekerja keras untuk mengeluarkan potensi terbaik winger muda itu, yang dipandang sebagai pembeda di lini serang.

Di latihan yang digelar di basis turnamen mereka di Chattanooga, Tennessee, Spanyol mematangkan detail sebelum terbang ke Los Angeles untuk laga knockout pertama di SoFi Stadium. Status mereka sebagai salah satu favorit turnamen tidak membuat persiapan berjalan mulus, karena performa fase grup belum sepenuhnya meyakinkan meski lolos sebagai juara Grup H.

Fokus utama ada pada Yamal

Llorente menjelaskan bahwa pendekatan terbaik untuk Yamal bukan justru memberi terlalu banyak bantuan di sekelilingnya. Menurut dia, lebih efektif mengalirkan bola kepadanya lalu membiarkan sang winger menghadapi lawan dalam duel satu lawan satu.

Ia juga menilai ada momen ketika pemain lain perlu menahan posisi agar tidak justru mempersulit Yamal. Llorente menekankan bahwa Spanyol harus membaca kapan saat tepat untuk naik membantu serangan dan kapan harus tetap menjaga struktur tim.

Yamal sendiri baru kembali membangun kebugaran setelah pulih dari cedera. Dalam tiga laga fase grup, ia hanya tampil 19 menit melawan Cape Verde, lalu 45 menit saat melawan Saudi Arabia dengan mencetak gol cepat, sebelum bermain 76 menit ketika menghadapi Uruguay.

Komunikasi dengan sayap dan fullback

Llorente mengatakan hubungan di lapangan dengan Yamal masih terus berkembang. Ia menyebut komunikasi menjadi kunci, baik lewat diskusi langsung dengan sang pemain maupun lewat arahan yang diberikan pelatih Luis de la Fuente.

Saat ditanya apakah ia sudah berbicara dengan Eric García, yang sering bermain bersama Yamal di Barcelona, Llorente menjawab bahwa ia tidak meminta tips secara khusus. Namun, ia mengakui tim telah melihat video dan terus menyesuaikan peran fullback sesuai kebutuhan permainan.

Menurut Llorente, pertukaran opini dengan Yamal membantu menentukan apakah fullback perlu lebih naik atau tidak. Ia menilai komunikasi di pertandingan akan semakin penting karena akan memudahkan tim menemukan pola serangan yang paling cocok.

Situasi Nico Williams ikut jadi perhatian

Selain Yamal, Spanyol juga harus memantau kondisi Nico Williams setelah cedera saat melawan Uruguay. Williams sebelumnya juga sempat berjuang dengan masalah fisik sebelum turnamen dan mengungkapkan beban emosionalnya lewat media sosial.

Llorente menggambarkan situasi itu sebagai masa yang sangat sulit bagi rekan setimnya. Meski begitu, ia mengatakan Williams kini mulai terlihat lebih baik dan tetap membawa senyum seperti biasanya.

Llorente menambahkan bahwa Williams masih bisa memberi kontribusi bila Spanyol melangkah jauh di turnamen ini. Dalam kondisi skuad yang terus diuji, Spanyol berharap kombinasi disiplin taktik, komunikasi yang rapi, dan suplai bola yang tepat ke Yamal bisa menjadi pembeda saat berjumpa Austria.

Source: www.espn.com

Terkait