Hari pertama sekolah bagi siswa baru di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, langsung diwarnai suasana yang hangat. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 membuat Sandrina Emily Damanik dan Qayz Algebra merasa diterima sejak awal.
Keduanya mengaku pra-MPLS yang digelar sebelum hari pertama sekolah membantu mereka lebih siap. Sandrina mengatakan rangkaian itu membuatnya senang sejak awal, sementara Qayz menilai seluruh kegiatan berjalan lancar dan nyaman.
Disambut Ramah oleh Kakak Kelas
Sandrina menyebut dukungan dari kakak kelas OSIS dan MPK, serta para guru, sangat terasa selama MPLS. Menurut dia, para pendamping terbuka membantu siswa baru agar cepat terbiasa dengan lingkungan sekolah yang berbeda.
Qayz juga merasakan hal serupa. Ia menyebut kakak kelas menyambut dengan ramah, penuh senyum, dan menunjukkan kepedulian, sementara aktivitas yang disiapkan tidak hanya menyenangkan tetapi juga interaktif.
| Nama Siswa | Latar Belakang | Pengalaman di Hari Pertama |
|---|---|---|
| Sandrina Emily Damanik | Alumni SMP BPK Penabur Pondok Indah | Senang, banyak teman baru, dan merasa didukung |
| Qayz Algebra | Alumni SMP Negeri 2 Siantan, Anambas, Kepulauan Riau | Merasa lancar, diterima ramah, dan mendapat aktivitas interaktif |
Alasan Memilih SMA Labschool Kebayoran
Sandrina memilih sekolah ini karena ingin keluar dari comfort zone dan belajar di lingkungan yang lebih kompetitif. Ia menilai SMA Labschool Kebayoran punya jejak prestasi akademik dan nonakademik yang kuat sejak ia mengincarnya saat kelas 9 SMP.
Ia juga tertarik pada keberagaman di sekolah barunya. Menurut Sandrina, suasana yang inklusif membuat siswa dari berbagai latar belakang agama dan ras tetap bisa terlibat dalam kegiatan yang ada.
Qayz mengambil pilihan serupa karena melihat sekolah itu sejak dari media sosial. Ia menilai prestasi akademik dan pendidikan yang diberikan cocok untuk mendukung pengembangan dirinya menjadi pribadi yang lebih siap memimpin.
Merantau Jauh, Langsung Mengalami Culture Shock
Qayz datang dari Kepulauan Riau dan menjalani hari pertama sekolah di Jakarta dengan dukungan keluarga. Ia diantar tante pada hari pertama, setelah sebelumnya sempat ditemani orang tuanya sebelum MPLS berlangsung.
Masuk ke lingkungan baru membuatnya sempat mengalami culture shock. Namun, justru keberagaman siswa dari daerah lain seperti Jambi dan Nusa Tenggara Barat membuatnya merasa kagum sekaligus nyaman karena disambut baik oleh teman dan kakak kelas.
Qayz masuk ke SMA Labschool Kebayoran melalui jalur prestasi. Sejumlah pencapaiannya antara lain Ketua OSIS periode 2024-2025, Ketua Forum Anak 2024-2026, dan pemenang Award for Verbal Commendation dari Asia International Youth Model United Nations di Kuala Lumpur.
Selama lima hari MPLS, siswa baru mengikuti kegiatan yang sudah disiapkan guru dan didampingi OSIS serta MPK. Sandrina dan Qayz sama-sama menantikan hari kelima karena akan ada kegiatan di taman, termasuk pertunjukan bakat atau talent show.
www.detik.com mencatat bahwa suasana hangat dan dukungan dari kakak kelas menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi siswa baru di sekolah ini. Di tengah perbedaan latar belakang, MPLS justru menjadi ruang awal bagi mereka untuk merasa diterima.
