Proses seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 belum sepenuhnya lepas dari sorotan. Di tengah tahapan kabupaten/kota yang masih berlangsung, muncul dugaan kecurangan setelah seorang peserta terlihat membawa handphone saat ujian.
Kabar itu beredar dari rekaman live streaming di SMAN 1 Babat Toman, Sumatera Selatan, yang dilakukan untuk memperketat pengawasan. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dan kini sedang diinvestigasi.
Respons Puspresnas atas laporan kecurangan
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan pengaduan telah direspons dan langsung diteruskan ke pemerintah daerah untuk disampaikan ke pihak sekolah terkait. Ia menyebut proses penanganan masih berjalan dan belum bisa diumumkan secara rinci.
“Pengaduan sudah kami respons. Kami sudah langsung mengirimkan respons tersebut kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk diteruskan ke pihak sekolah yang bersangkutan,” ujarnya saat ditemui di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (147/2026).
Identitas peserta dan sanksi yang mungkin dijatuhkan
Irene mengatakan identitas siswa yang diduga membawa handphone itu sudah diketahui. Namun, detailnya belum dapat dibuka ke publik karena masih masuk tahap investigasi mendalam.
Puspresnas juga menegaskan sanksi akan diberikan sesuai pedoman OSN setelah hasil pengaduan dan temuan lapangan dipadukan. Menurut Irene, konsekuensinya tidak hanya bisa menyasar siswa, tetapi juga sekolah dan pemerintah daerah.
“Identitasnya sudah kami ketahui, namun saat ini masih dalam proses investigasi untuk menentukan tindak lanjutnya sesuai dengan pedoman yang ada. Beberapa keputusan sanksi nantinya akan kami sesuaikan dengan hasil pengaduan dan temuan lapangan,” tambahnya.
“Sanksinya beragam, bisa ke aspek sekolah, siswa, hingga ke pemdanya. Semua sudah ada di pedoman,” tegasnya.
Pengawasan OSN 2026 dibuat lebih ketat
Dalam pelaksanaan OSN tahun ini, live streaming memang diwajibkan di lokasi tes sebagai bagian dari pengawasan. Langkah itu dipasang untuk membuat proses seleksi lebih transparan, terutama pada tahap yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.
Irene menyebut pengawasan di tingkat provinsi akan dibuat lebih ketat lagi. Ia juga menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pengingat agar peserta tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjaga integritas.
| Hal yang Sudah Diketahui | Keterangan |
|---|---|
| Status laporan | Sudah direspons dan sedang diinvestigasi |
| Lokasi insiden | SMAN 1 Babat Toman, Sumatera Selatan |
| Temuan awal | Seorang peserta diduga membawa handphone saat ujian |
| Identitas peserta | Sudah diketahui, tetapi belum diumumkan |
| Potensi sanksi | Bisa berdampak pada siswa, sekolah, hingga pemda |
“Ini harus menjadi fondasi utama. Anak-anak harus bisa mengerjakan dan berprestasi dengan cara yang baik. Pembentukan karakter dan mental yang jujur adalah hal yang jauh lebih penting daripada sekadar nilai,” tutupnya.
Kasus ini menambah perhatian publik pada pengawasan OSN 2026 yang sedang berjalan. Di saat peserta menunggu seleksi tingkat provinsi, Puspresnas memastikan proses penanganan dugaan kecurangan akan mengikuti pedoman yang berlaku.
