Penampilan impresif Rodri bersama timnas Spanyol di Piala Dunia belum mengubah rencana Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu disebut tidak akan mengejar gelandang Manchester City tersebut pada bursa transfer musim panas.
Keputusan itu menarik perhatian karena Real Madrid masih mencari sosok yang mampu mengatur tempo permainan dari lini tengah. Kebutuhan tersebut terasa sejak Toni Kroos pensiun dan meninggalkan peran besar dalam membangun serangan dari belakang.
Rodri Kembali Menunjukkan Kelasnya
Rodri sebelumnya belum sepenuhnya kembali ke performa terbaiknya bersama Manchester City setelah pulih dari cedera berkepanjangan. Namun, ia kembali tampil meyakinkan saat memimpin lini tengah Spanyol di Piala Dunia.
Gelandang berusia 30 tahun itu menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan Spanyol menuju final melawan Argentina. Kondisi fisiknya juga dinilai semakin baik menjelang pertandingan puncak tersebut.
Salah satu penampilan yang paling menonjol terjadi saat Spanyol menghadapi Prancis. Rodri mampu menguasai area tengah dan mengungguli Manu Kone, Aurélien Tchouaméni, serta Adrien Rabiot dalam duel fisik maupun kualitas distribusi bola.
Keunggulan Rodri bukan hanya terlihat dari kemampuannya merebut bola. Ia juga mampu menjaga aliran permainan tetap rapi, memilih umpan dengan tenang, dan memberi arah bagi rekan-rekannya di lapangan.
Pep Guardiola sebelumnya memprediksi Rodri akan kembali menemukan bentuk terbaiknya di Piala Dunia. Prediksi itu mulai terlihat seiring peran sang gelandang yang semakin dominan dalam permainan Spanyol.
Real Madrid Memilih Prioritas Lain
Menurut laporan The Athletic yang dikutip Goal.com, Real Madrid tidak berencana mengajukan tawaran untuk Rodri pada musim panas ini. Sikap tersebut tetap berlaku meski sang pemain disebut terbuka terhadap kemungkinan pindah ke Santiago Bernabéu.
Real Madrid disebut lebih memusatkan perhatian kepada target lain di bursa transfer. Artinya, performa kuat Rodri di panggung internasional belum cukup untuk menggeser prioritas transfer klub.
| Pemain | Situasi di Lini Tengah | Keterangan |
|---|---|---|
| Rodri | Masuk radar pembicaraan transfer | Real Madrid tidak berencana mengajukan tawaran musim panas ini |
| Toni Kroos | Telah pensiun | Meninggalkan peran pengatur tempo dan pembangun serangan |
| Valverde, Tchouaméni, Camavinga | Menjadi opsi Real Madrid | Belum sepenuhnya menggantikan fungsi Kroos sebagai playmaker |
Federico Valverde, Aurélien Tchouaméni, dan Eduardo Camavinga tetap menjadi pilihan utama di lini tengah Real Madrid. Namun, ketiganya belum berhasil sepenuhnya mengisi peran Kroos sebagai pengatur ritme permainan.
Kroos dikenal mampu menerima bola dari lini belakang, mengendalikan kecepatan serangan, lalu mengalirkannya ke area yang tepat. Profil seperti itu menjadi salah satu alasan mengapa nama Rodri terus dikaitkan dengan Real Madrid.
Risiko di Balik Keputusan Madrid
Dalam kondisi terbaik, Rodri dipandang sebagai salah satu gelandang terbaik dunia di posisinya. Kepemimpinan, kecerdasan taktis, dan ketepatan umpannya membuat ia cocok untuk tim yang ingin menguasai jalannya pertandingan.
Pengalamannya di Villarreal dan Atlético Madrid juga membuat Rodri tidak asing dengan atmosfer sepak bola Spanyol. Faktor itu menambah daya tariknya, terutama bagi klub yang membutuhkan pemain berpengalaman di level tertinggi.
Meski demikian, Real Madrid tampaknya tidak ingin mengubah strategi hanya karena Rodri kembali bersinar di Piala Dunia. Klub tersebut memilih mempertahankan fokus pada rencana transfer yang telah disusun sebelumnya.
Laporan itu menilai keputusan melewatkan peluang merekrut Rodri dapat menjadi langkah yang merugikan jika pemain tersebut benar-benar tersedia. Namun, bagi Real Madrid, kebutuhan untuk mencari pengganti Kroos tampaknya belum otomatis berarti harus mendatangkan gelandang Manchester City itu.
Source: www.goal.com






