Dashboard yang dibuat hingga larut malam bisa kehilangan dampaknya saat audiens hanya melihat banyak angka dan grafik tanpa menangkap pesan utamanya. Kondisi ini kerap terjadi ketika tampilan data belum membantu atasan memahami insight yang ingin disampaikan.
Masalahnya bukan selalu terletak pada jumlah chart atau pilihan warna yang digunakan. Dashboard yang efektif membutuhkan susunan informasi yang jelas, layout rapi, serta visual yang konsisten agar pembaca dapat menangkap poin penting dengan cepat.
Bukan Sekadar Membuat Grafik
Kelas Google Looker Studio dari detikcourse menawarkan pembelajaran yang menempatkan analisis sebagai dasar sebelum peserta mulai menyusun dashboard. Peserta akan diajak menghubungkan data dengan business question agar insight yang dicari tetap relevan dengan kebutuhan analisis.
Tahap awal pembelajaran mencakup Exploratory Data Analysis atau EDA. Proses ini digunakan untuk menemukan insight yang relevan sebelum data diterjemahkan menjadi visual dan indikator kinerja.
Peserta juga mempelajari cleaning data menggunakan Microsoft Excel. Tahap ini menjadi bagian penting karena dashboard membutuhkan data dasar yang telah disiapkan sebelum diolah lebih lanjut.
Setelah memahami EDA dan pembersihan data, pembelajaran berlanjut ke praktik menggunakan Google Looker Studio. Materi praktik mencakup proses import data hingga penyusunan elemen dashboard.
Materi dari KPI hingga Data Storytelling
Dalam kelas ini, peserta akan belajar membuat KPI, chart, dan filter untuk menyajikan informasi penting dalam satu tampilan. Materi juga mencakup calculated field yang dapat digunakan saat mengolah data di dalam dashboard.
Penggunaan elemen-elemen tersebut tidak hanya diarahkan untuk membuat tampilan lebih ramai. Fokusnya adalah membangun dashboard yang lebih mudah dibaca dan membantu audiens memahami hasil analisis tanpa penjelasan yang terlalu panjang.
Menurut informasi yang dimuat www.detik.com, kelas ini turut membahas kesalahan umum yang dapat membuat dashboard terlihat berantakan. Peserta akan mempelajari pentingnya hierarchy, penataan layout, dan konsistensi visual dalam menyusun tampilan data.
Hierarchy membantu menentukan informasi mana yang perlu lebih dulu dilihat audiens. Sementara itu, layout yang rapi dan visual yang konsisten menjadi bagian dari upaya membuat pesan data lebih mudah dipahami.
Pembelajaran kemudian ditutup dengan materi data storytelling. Teknik ini ditujukan untuk membantu peserta mengubah hasil analisis menjadi cerita yang lebih jelas bagi audiens.
Ditujukan untuk Beragam Latar Belakang
Kelas ini ditujukan bagi data analyst pemula dan business analyst yang ingin memperkuat cara menyajikan hasil olahan data. Peserta dari tim marketing, finance, dan operations juga termasuk sasaran pembelajaran ini.
Mahasiswa serta fresh graduate dapat mengikuti kelas tersebut sebagai bagian dari pengenalan praktik analisis dan visualisasi data. Materi yang diberikan mencakup tahapan dari persiapan data hingga penyampaian insight melalui dashboard.
Pelaksanaan kelas dijadwalkan berlangsung secara online pada Kamis, 30 Juli 2026. Pendaftaran kelas Google Looker Studio tersedia melalui detikevent.
