Kondisi Venezuela Memburuk, Pendukung Maduro Bersenjata Kuasai Jalanan dengan Kekerasan

Suasana Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026, berubah drastis setelah penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh militer Amerika Serikat. Pendukung Maduro yang fanatik turun ke jalan dengan membawa senjata api, menciptakan situasi mencekam dan mengacaukan ketenangan kota-kota besar di negara itu.

Kelompok bersenjata pro-Maduro menguasai kawasan-kawasan strategis dan menuntut pembebasan pemimpin mereka. Warga sipil yang ketakutan memilih bersembunyi di dalam rumah demi keselamatan diri. Seorang warga Valencia menyatakan bahwa rasa takut membuat hampir tidak ada aktivitas normal di jalanan, kecuali patroli kelompok pendukung Maduro.

Ibu kota Caracas kini terlihat seperti kota mati. Transportasi umum seperti metro dan bus dihentikan sepenuhnya untuk menghindari kerusuhan lebih luas. Pompa bensin ditutup dan sebagian besar toko tutup, sementara supermarket hanya buka terbatas dengan aturan ketat untuk menghindari kerumunan.

Kelangkaan bahan pokok menjadi ancaman nyata bagi banyak warga. Mereka berusaha berbelanja dengan tergesa-gesa agar persediaan makanan di rumah tetap aman. Seorang warga berusia 70 tahun mengungkapkan kekhawatirannya tentang potensi penjarahan oleh kelompok bersenjata yang mulai memberontak dengan mengambil logistik secara paksa.

Dukungan fanatik terhadap Maduro masih kuat melalui kelompok yang menamakan diri Chavista. Para pendukung setia ideologi Hugo Chávez ini terlihat melakukan aksi demonstrasi dan meneriakkan slogan pro-Maduro, menolak jatuhnya sang diktator yang baru saja ditangkap.

Layanan publik lumpuh total akibat kondisi politik dan sosial yang tidak stabil. Berikut dampak utama yang dialami:

1. Transportasi umum berhenti beroperasi sama sekali.
2. Pompa bensin ditutup untuk mencegah sabotase.
3. Ekonomi melemah seiring mayoritas toko tutup dan pembatasan ketat di supermarket.

Media lokal bekerja di bawah pengawasan ketat militer dan pemerintah sementara. Hal ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan informasi yang jelas dan menambah ketidakpastian terkait perkembangan situasi.

Krisis yang terjadi saat ini menjadi tantangan berat bagi warga berpenghasilan rendah. Mereka yang tidak dapat menimbun persediaan pangan semakin rentan menghadapi kelaparan dan ketidakstabilan. Seorang warga mengungkapkan bahwa mereka hanya mampu membeli kebutuhan sehari-hari karena harga yang sangat mahal.

Situasi ini menyisakan kekhawatiran akan semakin meluasnya kerusuhan dan ketidakamanan di Venezuela. Meskipun Maduro telah jatuh, bayang-bayang kekerasan dan konflik masih membayangi kehidupan rakyat yang berharap akan perubahan yang lebih baik di masa depan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version