Sebuah baku tembak terjadi di sekitar Istana Presiden Venezuela, Miraflores, pada malam Senin, 5 Januari 2026. Insiden tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer yang mengguncang negara tersebut.
Menurut saksi mata, tembakan dilepaskan setelah sebuah drone yang tidak dikenal terdeteksi terbang di atas istana sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Pasukan keamanan kemudian menembak ke udara sebagai bentuk reaksi terhadap ancaman tersebut.
Warga yang tinggal sekitar lima blok dari lokasi kejadian melaporkan mendengar rentetan tembakan dengan intensitas lebih rendah dibandingkan serangan subuh beberapa hari sebelumnya. Insiden tembakan tersebut berlangsung kurang lebih satu menit, sehingga memicu kewaspadaan masyarakat sekitar.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, “Saya melihat dua lampu merah di langit, namun tidak ada pesawat yang melintas.” Banyak warga kemudian keluar rumah atau mengintip dari jendela untuk memastikan situasi di luar.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan peluru penjejak ditembakkan ke arah langit bersamaan dengan personel keamanan yang bergegas menuju kompleks istana. Hingga saat ini, Kementerian Komunikasi Venezuela belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Insiden terjadi beberapa jam setelah Delcy Rodríguez, yang juga menjabat sebagai menteri perminyakan, dilantik sebagai presiden sementara Venezuela. Pelantikan ini dilakukan menyusul penggulingan Presiden Maduro yang ditangkap oleh Amerika Serikat pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Dalam pelantikan tersebut, Delcy Rodríguez mengucapkan sumpah jabatan dengan merujuk pada Panglima Hugo Chávez, presiden Venezuela periode 1999-2013. Ia menyampaikan keprihatinan atas penculikan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kini menjadi sandera di Amerika Serikat.
Penangkapan Maduro dan Flores oleh pasukan AS disertai tuduhan pidana narkoba dan kepemilikan senjata api. Kedua tokoh ini langsung dibawa ke New York untuk menghadapi proses hukum lebih lanjut.
Setelah penangkapan tersebut, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Delcy Rodríguez untuk segera mengambil alih jabatan sebagai presiden sementara demi menjaga stabilitas pemerintahan. Langkah ini memperlihatkan upaya pemerintah Venezuela mengatasi kekosongan kepemimpinan dalam situasi krisis saat ini.
Situasi ini menambah ketegangan politik yang sudah tinggi di Venezuela pasca-operasi militer Amerika Serikat. Kondisi keamanan di sekitar Istana Miraflores menjadi sangat sensitif dan menjadi fokus pengawasan baik oleh pemerintah maupun masyarakat internasional.
Berbagai pihak terus memantau perkembangan situasi ini, mengingat pengaruh signifikan peristiwa tersebut terhadap stabilitas politik dan sosial di Venezuela dalam waktu dekat. Pihak keamanan tetap waspada untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik lebih lanjut.
