Kekuatan Rahasia Cilia Flores di Venezuela yang Membuatnya Jadi Figur Penting dan Ditangkap AS

Sabtu dini hari tanggal 3 Januari 2026 menjadi momen penting yang mengguncang pentas politik internasional. Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dalam operasi pasukan elit Amerika Serikat, Delta Force, di Caracas dan kemudian dibawa ke New York. Penangkapan ini mengungkap sisi lain dari Cilia Flores yang selama ini jarang terekspos publik, yakni pengaruhnya yang jauh melampaui peran tradisional seorang Ibu Negara.

Cilia Flores, yang berusia 69 tahun, dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam rezim Venezuela. Dia tidak hanya berposisi sebagai istri presiden, tetapi juga menjadi mitra strategis Maduro yang berperan besar dalam pengambilan keputusan politik penting. Menurut laporan The Guardian, Flores sering kali dianggap memiliki kekuatan yang bahkan lebih dominan dibanding pejabat tinggi lainnya, seperti Delcy Rodríguez, yang saat ini menjabat pemimpin sementara negara.

Jejak Pengaruh Politik Cilia Flores

Flores dan Maduro pertama kali bertemu pada era 1990-an di penjara Venezuela, saat keduanya mengunjungi mentor politik mereka, Hugo Chávez. Saat itu, Maduro masih seorang sopir bus sekaligus pemimpin serikat pekerja, sementara Flores sudah menjadi pengacara yang tergabung dalam tim hukum pembela Chávez. Hubungan mereka berangkat dari kesamaan ideologi dan perjuangan bersama dalam gerakan politik Chavismo.

Ketika Chávez mulai memerintah pada 1999, Flores dan Maduro mendapatkan posisi strategis dalam pemerintahan. Flores menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua Majelis Nasional Venezuela pada 2006. Dalam periode ini, ia memperkuat pengaruh politiknya dengan menunjuk hampir 40 anggota keluarga ke posisi publik, menunjukkan dominasi jaringan kekuasaan keluarga yang ia bangun. Sikapnya yang tegas terhadap media juga menegaskan kontrol ketatnya atas lembaga legislatif.

Peran Tersembunyi Sebagai Operator Politik

Cilia Flores dikenal sebagai sosok introvert, ramah, dan berbicara dengan lembut, tetapi memiliki kemampuan politik yang tidak bisa diremehkan. Menurut pengacara dan penulis asal AS, Eva Golinger, Flores berperan sebagai otak di balik kekuasaan suaminya. Sementara Maduro lebih dikenal sebagai tenaga eksekutif, Flores adalah pilar dukungan strategis yang menjadi titik konsultasi utama bagi setiap kebijakan pemerintahan.

Jurnalis investigasi Casto Ocando menambahkan bahwa kemampuan Flores sebagai pengacara membuatnya menguasai proses penunjukan hakim dan jaksa. Hal ini sangat penting karena pejabat peradilan yang loyal kepada rezim Chavismo menjamin kelanggengan politik mereka, sekaligus menghalangi lawan politik. Struktur kekuasaan di Venezuela memang bukan monolitik, tapi faksi kuat diciptakan oleh pasangan ini untuk mempertahankan dominasi mereka.

Kontroversi dan Dakwaan di Amerika Serikat

Penangkapan Flores tidak lepas dari tuduhan serius yang diajukan oleh jaksa Amerika Serikat. Mereka menuduh pasangan ini terkait dengan jaringan perdagangan narkoba yang besar dan korupsi yang merambah pejabat tinggi Venezuela. Flores didakwa menerima suap ratusan ribu dolar AS untuk memfasilitasi operasi penyelundupan kokain yang dikelola oleh jaringan yang dikenal dengan nama Cartel de los Soles.

Dakwaan juga menyebut keterlibatan keluarga Flores, termasuk dua keponakannya yang ditangkap di AS saat merencanakan pengiriman kokain dalam jumlah besar dari bandara presiden di Venezuela. Mereka dituduh mencoba mengumpulkan dana hingga puluhan juta dolar untuk membiayai kampanye politik Flores. Tuduhan-tuduhan ini mempertegas dugaan pengaruh gelap Cilia dalam mengendalikan aktivitas kriminal di belakang layar pemerintahan Maduro.

Tanggapan dan Kondisi Saat Ini

Flores dan Maduro membantah semua tuduhan yang diarahkan kepada mereka. Pengacara Flores menyatakan bahwa kliennya mengalami cedera serius selama operasi penangkapan yang menyebabkan perlunya pemeriksaan medis mendalam. Sementara itu, para pengamat menilai bahwa penangkapan ini merupakan pukulan berat bagi rezim Venezuela yang selama ini dianggap kukuh karena jaringan kekuasaan yang terjalin kuat di puncak pemerintahan.

Penangkapan Cilia Flores membuka tabir soal bagaimana kekuasaan sebenarnya dikelola di Venezuela. Bukan hanya sebagai Ibu Negara, Flores adalah sosok sentral yang menggerakkan roda politik dan memegang kendali penting dalam sistem kepemimpinan yang kompleks serta berlapis. Keberadaannya di balik layar memberikan gambaran nyata bagaimana rezim Maduro bertahan selama ini melalui perpaduan politik, hukum, dan kekuatan keluarga.

Dengan berbagai rekam jejak dan tuduhan yang membelitnya, Cilia Flores kini menjadi fokus perhatian dunia internasional. Peran dan pengaruh tersembunyi yang dimilikinya memperlihatkan wajah lain dari kekuasaan di Venezuela yang selama ini sulit diungkap. Perkembangan kasus ini tentu akan terus diikuti, mengingat dampaknya terhadap stabilitas politik di kawasan Amerika Latin dan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Exit mobile version