Presiden Suriah dan Putin Bahas Kesepakatan Pangkal Militer Rusia untuk Perkuat Pengaruh di Timur Tengah

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow untuk membahas masa depan pangkalan militer Rusia yang strategis di Timur Tengah. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam upaya Kremlin menjaga pengaruh dan kehadirannya di wilayah yang selama ini krusial untuk operasi militernya.

Sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad yang selama 14 tahun didukung Rusia dalam perang saudara Suriah, posisi Rusia di wilayah tersebut mengalami tekanan berat. Kekuatan Assad digantikan oleh pasukan pemberontak di bawah pimpinan Sharaa, yang menyebabkan ketidakpastian mengenai keberlanjutan pangkalan militer Rusia di Suriah.

Upaya Pemulihan Hubungan antara Suriah dan Rusia

Putin aktif memperkuat hubungan dengan Sharaa meski masih ada kendala besar: perlindungan yang diberikan Rusia kepada Assad dan istrinya di Moskow. Dalam pertemuan resmi, Putin menyatakan pencapaian penting dalam pemulihan hubungan antar negara dan mengakui kemajuan Sharaa dalam usaha mengembalikan integritas wilayah Suriah.

Sharaa, yang baru dua kali bertemu dengan Putin sejak menjabat, menegaskan peran historis Rusia bukan hanya bagi stabilitas Suriah, tetapi juga kawasan sekitarnya. Pernyataan ini mengindikasikan niat Suriah untuk menjalin kerjasama yang lebih erat dengan Moskow, meskipun isu penyerahan Assad masih menjadi tuntutan utama dari pihak Suriah.

Status Pangkalan Militer Rusia di Suriah

Rusia memiliki dua pangkalan militer utama di Suriah, yakni pangkalan udara Hmeimim dan pangkalan angkatan laut Tartus di pesisir Mediterania. Kedua lokasi ini merupakan satu-satunya basis militer resmi Rusia di luar bekas wilayah Uni Soviet. Namun, minggu ini, Rusia menarik pasukannya dari bandara Qamishli yang berada di wilayah yang dikuasai Kurdi di timur laut Suriah.

Pada pertemuan tersebut, isu kehadiran militer Rusia di Suriah tidak secara eksplisit dibahas oleh kedua pemimpin. Namun, juru bicara Putin, Dmitry Peskov, mengonfirmasi bahwa topik ini pasti menjadi bagian dari diskusi mereka. Sementara itu, Suriah menyatakan kesediaan bekerja sama dengan Rusia, selama tuntutan agar Assad diekstradisi dapat dipenuhi.

Dukungan Amerika Serikat terhadap Kepemimpinan Sharaa

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pujian kepada Sharaa sebagai sosok yang sangat dihormati. Trump juga menyatakan bahwa situasi di Suriah berjalan dengan baik di bawah kepemimpinan Sharaa, menunjukkan adanya dukungan internasional yang terbuka terhadap proses stabilisasi yang tengah berjalan.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, pertemuan antara Sharaa dan Putin berpotensi membuka babak baru dalam kerjasama strategis antara Suriah dan Rusia. Keberlangsungan pangkalan militer Rusia merupakan kunci penting dalam mempertahankan pengaruh Moskow di Timur Tengah, sekaligus mendukung stabilitas regional dan integritas wilayah Suriah.

Berita Terkait

Back to top button