Seorang wali kota Filipina berhasil selamat tanpa cedera setelah serangan roket granat (RPG) yang terjadi di siang bolong. Insiden tersebut berlangsung pada Minggu pagi di provinsi selatan Maguindanao del Sur, yang membuat keamanan pejabat tersebut menjadi sorotan.
Menurut Philippine News Agency (PNA), wali kota Akmad Ampatuan sedang berada di dalam kendaraan anti peluru saat serangan terjadi sekitar pukul 6:30 pagi. Video kejadian menunjukkan dua pria keluar dari van putih, satu membawa RPG dan yang lain memegang senjata api.
Pria bersenjata RPG meluncurkan roket ke jalan, tepat sebelum mobil SUV hitam yang menjadi kendaraan wali kota melewati lokasi. Ledakan mengenai kendaraan tersebut dan juga kendaraan pendukung yang merupakan sebuah pickup yang ikut menjadi sasaran tembakan.
Polisi dan militer segera mengejar pelaku dan berhasil menewaskan tiga orang yang diduga sebagai penyerang. Namun, motif serangan ini belum diketahui secara pasti oleh pihak berwenang. “Wali kota dalam keadaan aman,” kata Anwar Kuit Emblawa, asisten eksekutif wali kota, kepada PNA.
Dua anggota pengawal wali kota mengalami luka, tetapi kondisinya tidak mengancam jiwa. Dalam lima tahun terakhir, wali kota Ampatuan telah menghadapi dua kali percobaan pembunuhan sebelumnya. Kejadian ini menambah daftar kekerasan politik yang masih menjadi masalah serius di beberapa daerah di Filipina.
Fakta Penting Serangan:
- Lokasi: Maguindanao del Sur, Filipina Selatan
- Waktu: Sekitar pukul 6:30 pagi saat siang hari
- Senjata: Roket granat dan senjata api
- Korban: Wali kota selamat, dua pengawal terluka ringan
- Pelaku: Tiga orang tewas dalam pengejaran oleh aparat keamanan
- Motif: Belum terungkap
Kasus ini menggambarkan kondisi keamanan yang tidak stabil bagi para pejabat daerah di wilayah tersebut. Pihak kepolisian dan militer terus meningkatkan patroli untuk mencegah aksi kekerasan serupa. Pemerintah Filipina juga didorong untuk mengambil langkah-langkah yang lebih tegas demi melindungi pejabat publik dari ancaman serangan.
Penanganan insiden ini menjadi bukti pentingnya perlindungan keamanan bagi tokoh politik di Filipina, terutama mereka yang menjadi sasaran dalam konflik politik lokal. Kejadian yang terekam secara jelas dalam video ini juga menjadi alat investigasi krusial bagi aparat kepolisian. Pemerintah setempat menyatakan akan terus menyelidiki dan mengambil tindakan hukum terhadap pelaku yang terlibat dalam serangan tersebut.







