Serikat Pekerja Gugat Pemerintah AS Demi Hentikan Pemotongan 10.000 Staf FEMA

Serikat pekerja pemerintah Amerika Serikat menggugat upaya pemotongan lebih dari 10.000 posisi pekerja di Federal Emergency Management Agency (FEMA). Gugatan diajukan di pengadilan federal San Francisco untuk menghentikan rencana administrasi Presiden Donald Trump tersebut.

Pemotongan tersebut menyasar pekerja kontrak sementara dan petugas cadangan yang merespon bencana. Serikat menilai pemerintah telah menyesatkan publik terkait cakupan pemotongan tersebut yang dimulai pada bulan lalu.

FEMA merupakan bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, bertugas mengirimkan personel darurat dan perlengkapan ke daerah terdampak bencana. Menurut pengajuan serikat, sekitar 65 pekerja sudah diberi tahu pada akhir Desember bahwa kontraknya tidak diperpanjang, dan ratusan lainnya akan menyusul tiap bulan.

Serikat pekerja menyatakan pemutusan kontrak ini melanggar hukum karena tidak disetujui Kongres. Langkah ini juga bertentangan dengan undang-undang yang melarang pemutusan kerja di lembaga federal hingga akhir Januari, yang diberlakukan untuk mengakhiri penutupan pemerintah selama 43 hari.

Situasi ini terjadi saat ketegangan di Kongres terkait pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri tengah memicu kemungkinan penutupan parsial pemerintah federal. Anggota legislatif Demokrat enggan menyetujui anggaran $64,4 miliar untuk departemen tersebut sebagai respons atas insiden penembakan fatal oleh petugas imigrasi federal di Minnesota.

Presiden Trump sebelumnya menyebut perlunya membubarkan FEMA dan menyerahkan tanggung jawab kesiapsiagaan bencana kepada negara bagian. Tahun lalu, ia membentuk sebuah dewan untuk meninjau operasional FEMA.

Gugatan ini merupakan pengembangan dari tuntutan hukum sebelumnya yang menentang pemecatan massal karyawan federal secara lebih luas oleh pemerintah Trump. Pada tahun sebelumnya, Hakim Distrik Susan Illston menangguhkan pemecatan besar-besaran sambil menunggu putusan kasus tersebut, namun Mahkamah Agung kemudian mencabut perintah itu.

Dalam kasus lain baru-baru ini, Illston juga melarang Departemen Luar Negeri memecat sekitar 250 pegawai. Everett Kelley, presiden American Federation of Government Employees, serikat pekerja federal terbesar, mengkritik langkah pemerintah yang dianggapnya sebagai upaya paling serius untuk melemahkan FEMA.

Kelley menegaskan bahwa masyarakat Amerika sangat bergantung pada tenaga kerja FEMA yang berdedikasi, yang mengabdikan kariernya untuk membantu warga di saat krisis paling berat. Gugatan ini menunjukkan konflik yang semakin tajam antara serikat pekerja dengan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana.

Berbagai pihak terus memantau perkembangan ini sebagai indikasi bagaimana kebijakan pemerintah federal menangani krisis dan peran lembaga darurat di masa mendatang. Proses hukum juga mencerminkan dinamika ketegangan antara kekuasaan eksekutif dan perlindungan hak pekerja pemerintah.

Berita Terkait

Back to top button