Swiss Naikkan Pajak Penjualan 0,8% Selama 10 Tahun untuk Tingkatkan Anggaran Pertahanan hingga 31 Miliar Francs

Swiss mulai meningkatkan belanja pertahanan dengan tambahan dana sebesar 31 miliar franc Swiss. Pendanaan ini akan diperoleh melalui kenaikan pajak penjualan sebesar 0,8 poin persentase selama 10 tahun yang dimulai pada 2028.

Keputusan ini didorong oleh situasi geopolitik yang semakin memburuk serta tekanan pada tatanan internasional berdasarkan hukum internasional. Saat ini, pengeluaran militer Swiss belum mencapai 1% dari produk domestik bruto (PDB) dan diperkirakan baru tercapai pada 2032.

Peningkatan Anggaran Pertahanan dan Fokus Prioritas

Menteri Pertahanan Swiss, Martin Pfister, menjelaskan bahwa prioritas pembelian akan dialihkan untuk menghadapi ancaman yang paling mungkin terjadi. Investasi akan difokuskan pada pengadaan teknologi untuk melawan drone kecil, penguatan keamanan siber, serta pengawasan elektromagnetik.

Kebutuhan ini muncul akibat adanya "kesenjangan kritis" dalam kemampuan pertahanan Swiss. Dana tambahan juga akan memperkuat perlindungan kepolisian dan perbatasan serta meningkatkan kapasitas negara dalam menghadapi ancaman jarak jauh dan serangan hibrida.

Ancaman dan Risiko Baru yang Mendorong Kebijakan

Para pejabat dan anggota parlemen Swiss menyatakan bahwa konflik seperti invasi Rusia ke Ukraina dan ketegangan antara AS dan China, serta situasi di Timur Tengah, meningkatkan risiko terhadap negara. Ancaman tersebut meliputi spionase, serangan siber, hingga terorisme yang berpotensi membahayakan keamanan nasional.

Kenaikan anggaran ini juga dibutuhkan karena biaya persenjataan yang terus meningkat akibat inflasi dan permintaan yang tumbuh di pasar global. Dengan anggaran baru, pengeluaran pertahanan diharapkan mencapai antara 1,3% hingga 1,5% dari produk domestik bruto Swiss.

Rencana Legislatif dan Pengawasan Intelijen

Rencana ini masih memerlukan persetujuan parlemen dan akan menghadapi referendum yang direncanakan berlangsung tahun depan. Selain anggaran, pemerintah juga berencana melakukan reformasi pada undang-undang intelijen.

Reformasi tersebut akan memperluas wewenang Dinas Intelijen Federal Swiss, memungkinkan pengumpulan data dari bank dan penyedia jasa keuangan lainnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi ancaman serius seperti pendanaan teroris dan spionase.

Langkah-Langkah Strategis yang Direncanakan

  1. Kenaikan pajak penjualan 0,8 persen selama 10 tahun mulai 2028.
  2. Penambahan anggaran pertahanan sebesar 31 miliar franc Swiss.
  3. Fokus pada teknologi anti-drone, keamanan siber, dan alat pengawasan elektromagnetik.
  4. Penguatan sumber daya untuk polisi dan pengamanan perbatasan.
  5. Perluasan mandat layanan intelijen nasional untuk pengawasan dan pencegahan ancaman.

Implementasi kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat posisi pertahanan Swiss di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks dan ancaman keamanan yang terus berkembang. Pemerintah Swiss menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan respons penting untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional dalam jangka panjang.

Terkait