Duka Veteran Denmark: Kedutaan AS Kecam Penghapusan Bendera Penghormatan Prajurit di Kopenhagen

Duta Besar Amerika Serikat di Kopenhagen memicu kemarahan para veteran Denmark setelah melepaskan bendera nasional yang dipasang untuk menghormati tentara Denmark yang gugur di Afghanistan. Inisiatif tersebut dilakukan sebagai respons atas komentar kontroversial Presiden AS yang mengecilkan peran pasukan NATO non-AS dalam perang Afghanistan.

Pemasangan 44 bendera Denmark dengan nama-nama tentara yang gugur dilakukan di depan Kedutaan Besar AS pada hari Selasa. Namun, esok harinya, staf kedutaan mengambil bendera-bendera tersebut tanpa koordinasi terlebih dahulu. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menjelaskan bahwa bendera tersebut dipasang tanpa izin dan biasa dibersihkan dari area kedutaan jika tidak diatur secara resmi.

Reaksi Veteran dan Politisi Denmark

Carsten Rasmussen, Ketua Asosiasi Veteran Denmark, menyebut tindakan kedutaan sebagai provokasi yang tidak perlu. Menurutnya, komentar Presiden AS dianggap sebagai pengkhianatan terhadap tentara Denmark yang berjuang bersama Amerika.

Jens-Kristian Lutken, pejabat kota Kopenhagen dari Partai Liberal Venstre, menyatakan bahwa mempertanyakan kontribusi Denmark di Afghanistan adalah tindakan "sangat tidak dapat diterima". Ia menekankan kerugian besar yang diderita tentara Denmark, yang jumlahnya per kapita sebanding dengan kerugian tentara Amerika Serikat.

Upaya Memperbaiki Situasi

Setelah penghapusan bendera pertama, warga Denmark kembali memasang ratusan bendera kecil di lokasi yang sama pada hari Rabu. Kedutaan menyatakan bahwa bendera yang dipasang baru akan tetap berada di sana, menandakan perubahan sikap setelah kritik tajam dari masyarakat.

Rasmussen menambahkan bahwa kedutaan AS sebenarnya memahami makna pemasangan bendera tersebut dan mengakui bahwa tindakan awal mereka dianggap provokatif oleh banyak pihak. Sebagai bentuk protes lanjutan, Asosiasi Veteran Denmark berencana mengadakan pawai diam di sekitar kedutaan pada Sabtu mendatang sebagai wujud penghormatan dan penegasan atas perjuangan para prajurit mereka.

Konteks Internasional

Kejadian ini berlangsung setelah Presiden Donald Trump menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa pasukan NATO non-AS "berdiri agak jauh dari garis depan" selama operasi militer di Afghanistan. Pernyataan tersebut memicu kemarahan di berbagai negara sekutu, terutama di kalangan pasukan yang berkorban bersama Amerika Serikat.

Informasi Penting

  1. 44 bendera Denmark dengan nama tentara gugur dipasang di depan Kedutaan AS.
  2. Bendera pertama dilepas oleh staf kedutaan tanpa koordinasi.
  3. Kritikan tajam datang dari asosiasi veteran dan pejabat Denmark.
  4. Ratusan bendera kecil kembali dipasang sebagai bentuk protes.
  5. Asosiasi Veteran merencanakan pawai diam sebagai penghormatan.

Peristiwa ini menunjukkan ketegangan antara pengakuan atas peran militer Denmark dan sikap diplomatik Kedutaan Besar AS. Pada akhirnya, respons masyarakat Denmark menegaskan rasa hormat tinggi terhadap para tentara yang gugur, sekaligus menuntut penghormatan dari mitra internasionalnya.

Terkait