Puluhan Tewas Akibat Serangan Drone RSF di Kota Dilling, Konflik Mematikan di Sudan Selatan Kordofan

Puluhan warga tewas dalam serangan drone yang dilakukan oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di wilayah South Kordofan, Sudan. Serangan ini menargetkan kota strategis Dilling, yang selama ini menjadi titik penting dalam konflik berkepanjangan antara RSF dan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF).

Beberapa lokasi di Dilling, termasuk markas Brigade ke-54 milik angkatan darat Sudan dan pasar sentral, menjadi sasaran utama serangan drone bunuh diri yang terjadi pada hari Rabu. Menurut laporan Sudan Tribune yang mengutip sumber lokal dan kelompok medis, serangan ini terjadi sehari setelah SAF mengumumkan berhasil memutus pengepungan RSF di Dilling yang berlangsung hampir dua tahun.

Konflik Berkepanjangan di Kordofan

Dilling terletak di antara Kadugli, ibu kota yang dikepung di South Kordofan, dan el-Obeid di provinsi North Kordofan yang menjadi fokus pengepungan RSF. RSF dan SAF sudah bertempur sengit sejak April tahun lalu untuk menguasai wilayah Sudan, yang menyebabkan ribuan kematian dan jutaan pengungsi internal.

Setelah pengepungan Dilling dibuka, kota tersebut masih terus mengalami serangan drone yang menghancurkan fasilitas layanan dasar dan menyebabkan banyak korban. Sumber militer menyebutkan bahwa RSF berusaha mengembalikan blokade, namun SAF tetap mempertahankan wilayah tersebut dan menangkis serangan dekat Habila, kota strategis di North Kordofan.

Krisis Kemanusiaan yang Makin Parah

Jaringan Dokter Sudan mengingatkan perlunya koridor kemanusiaan yang mendesak untuk memasok makanan dan obat-obatan penting. Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan dengan kekurangan layanan kesehatan dan persediaan kritis, terutama cairan infus.

RSF yang mundur dari ibu kota Khartoum bulan Maret lalu, kini mengonsentrasikan serangan di wilayah Kordofan dan kota el-Fasher di North Darfur. Kota el-Fasher sebelumnya merupakan posisi terakhir militer di Darfur sebelum jatuh ke tangan RSF bulan Oktober lalu. Setelah pengambilalihan tersebut, muncul laporan tindakan kekerasan seperti pembantaian massal, pemerkosaan, penculikan, dan penjarahan, yang membuat Mahkamah Pidana Internasional (ICC) memulai penyelidikan atas tuduhan kejahatan perang dari kedua belah pihak.

Kelaparan dan Pengungsian Massal

Dilling dilaporkan mengalami krisis kelaparan hebat, meskipun belum dinyatakan mengalami kelaparan formal oleh Integrated Food Security Phase Classification akibat minimnya data. Sementara itu, PBB sudah mengonfirmasi kelaparan di Kadugli yang dikepung RSF selama lebih dari 18 bulan.

Lebih dari 65.000 warga Kordofan telah mengungsi sejak Oktober, menurut data PBB terbaru. Konflik ini menciptakan krisis pengungsian dan kelaparan terbesar di dunia. Meski demikian, beberapa warga mulai kembali ke rumah mereka meski infrastruktur hancur total.

Perang ini telah memaksa sekitar 14 juta orang meninggalkan tempat tinggal mereka, baik secara internal maupun melintasi perbatasan. Ribuan pengungsi mencari perlindungan di Chad, negara tetangga yang saat ini menampung lebih dari 880.000 pengungsi Sudan. Namun, banyak dari mereka menghadapi kesulitan bertahan hidup karena pendanaan kemanusiaan yang terus menurun.

Situasi di South Kordofan dan wilayah lainnya di Sudan menunjukkan dampak serius dari konflik bersenjata yang belum menunjukkan tanda mereda. Kondisi ini menuntut respons kemanusiaan global yang lebih cepat dan efektif untuk menghindari bencana kemanusiaan yang semakin memburuk.

Terkait