Trump Peringatkan Iran, Bom Bisa Berlanjut Hingga Dua Tahun Tanpa Damai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran bisa saja menghadapi serangan lanjutan dari AS dalam rentang waktu panjang jika kesepakatan damai tidak tercapai. Dalam pernyataannya, Trump menyebut opsi serangan itu dapat berlangsung “selama dua minggu, tiga minggu, empat minggu, bahkan hingga dua tahun” bila negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan.

Trump menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Washington, saat menjelaskan alasan di balik dorongan diplomasi yang sedang berjalan antara AS dan Iran. Ia menegaskan bahwa kesepakatan damai justru menjadi jalan untuk mencegah konflik yang lebih luas dan berkepanjangan.

Ancaman lanjutan dan sorotan ke Selat Hormuz

Dalam penjelasannya, Trump juga menyebut tanpa kesepakatan itu, Selat Hormuz tidak akan kembali dibuka. Pernyataan ini menempatkan jalur pelayaran strategis tersebut sebagai salah satu titik paling sensitif dalam hubungan AS-Iran, karena berkaitan langsung dengan arus perdagangan dan stabilitas kawasan.

Trump kemudian menegaskan bahwa situasi pasar juga bisa bergerak ke arah yang jauh lebih buruk tanpa adanya kesepakatan damai. Ia menyebut pasar berisiko merosot ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, bukan menguat seperti kondisi yang ia gambarkan saat ini.

Trump kaitkan kesepakatan dengan kematian Soleimani

Presiden AS itu juga menghubungkan proses diplomasi dengan kematian Jenderal Qasem Soleimani, Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran yang tewas dalam serangan AS. Trump mengatakan kesepakatan damai ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk terbentuk, dan ia menilai proses tersebut tidak akan mudah tanpa peristiwa itu.

Menurut Trump, jika Soleimani tidak tewas, kesepakatan damai dengan Iran mungkin tidak akan pernah tercapai. Ia memakai pernyataan itu untuk menegaskan bahwa tekanan militer dan dinamika sebelumnya ikut membentuk jalan menuju pembicaraan saat ini.

Trump juga mengeklaim bahwa ia tidak ingin Iran menghadapi bencana ekonomi. Ia menilai kesepakatan damai menjadi cara untuk menghindari dampak yang lebih berat bagi Iran dan kawasan secara umum.

MoU perdamaian sudah rampung

Di sisi lain, Iran dan AS telah mengonfirmasi pada 14 Juni bahwa penyusunan nota kesepahaman atau MoU perdamaian telah selesai. Dokumen itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat 19 Juni 2026.

MoU tersebut memberi waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS. Kerangka ini menunjukkan bahwa pembahasan belum sepenuhnya selesai, meski dokumen awal sudah disusun.

Trump juga mengatakan pada Rabu bahwa dirinya mungkin akan tetap berada di Eropa untuk menghadiri penandatanganan MoU tersebut. Pernyataan itu menambah perhatian publik terhadap langkah diplomasi yang sedang berlangsung, karena hasil pembicaraan ini akan menentukan arah hubungan Washington dan تهران dalam tahap berikutnya.

Source: www.viva.co.id

Terkait