DFSK E5 Plus Masuk Indonesia, Jarak Tempuhnya Bikin Rival Hybrid Harus Waspada

DFSK E5 Plus mulai menarik perhatian pasar otomotif Indonesia karena model ini membawa format crossover SUV yang belum dibuka detail resminya oleh DFSK Indonesia. Peluncurannya disebut masih sebatas perkenalan, dengan kemungkinan hadir lebih lengkap di GIIAS 2026.

Yang membuatnya menonjol adalah pendekatan teknologinya. Dari lembar data resmi pabrikan global di laman dfsk-motor.com, E5 Plus memakai arsitektur Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV dengan nama Seres Super Hybrid System.

Proporsi Bodi dan Kabin Keluarga

Secara ukuran, DFSK E5 Plus tampil dengan proporsi yang cukup besar untuk kelas utilitas keluarga. Panjang bodinya 4.760 mm, lebar 1.865 mm, tinggi 1.710 mm, dan wheelbase mencapai 2.785 mm.

Bobot kosong kendaraan ini berada di kisaran 1.840 kg hingga 1.900 kg, tergantung varian kelengkapan fitur. Ukuran itu memberi gambaran bahwa E5 Plus diposisikan sebagai SUV yang mengutamakan ruang kabin dan stabilitas.

DFSK Indonesia juga menyiapkan konfigurasi 7 penumpang dengan tatanan tiga baris bangku. Fleksibilitas ruang menjadi nilai jual penting karena pelipatan bangku baris kedua dan ketiga mampu menciptakan bagasi berkapasitas hingga 1.694 liter.

Performa Hybrid dan Tenaga Mesin

Di balik bodinya, E5 Plus mengandalkan mesin bensin 1.5L yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan tenaga maksimal 160 kW atau setara 214 hp, dengan torsi puncak 330 Nm.

Akselerasinya juga terbilang cepat untuk SUV keluarga. Mobil ini diklaim mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam 7,8 detik, sementara kecepatan maksimumnya dibatasi di 180 km/jam.

Dua Opsi Baterai dan Jarak Tempuh

Sektor baterai menjadi salah satu sorotan utama karena DFSK menyiapkan dua opsi kapasitas dari Gotion. Varian pertama memakai baterai 18,4 kWh dengan jarak jelajah listrik murni 120 km berdasarkan standar CLTC.

Dengan baterai itu, total jarak tempuh kombinasi bensin dan listrik mencapai 1.250 km. Opsi kedua memakai baterai 25 kWh yang sanggup menempuh 165 km dalam mode listrik murni menurut CLTC, dengan jarak gabungan hingga 1.300 km.

Angka tersebut menempatkan E5 Plus sebagai SUV PHEV yang mengutamakan efisiensi dan jarak tempuh panjang. Untuk konsumen yang sering berkendara jauh, kombinasi tangki bensin dan baterai menjadi nilai praktis yang kuat.

Efisiensi dan Waktu Pengisian

Efisiensi energinya juga terlihat dari catatan konsumsi bahan bakar gabungan. Berdasarkan pengujian metode WLTC, angkanya hanya 1,39 liter per 100 km atau setara 72 km/liter.

DFSK E5 Plus juga mendukung pengisian daya cepat. Pengisian dari 30% ke 80% memerlukan sekitar 54 menit, sedangkan pengisian normal AC dari 20% ke 90% berada di kisaran 3 sampai 4 jam.

Dengan kombinasi dimensi besar, konfigurasi 7 penumpang, performa hybrid, dan jarak tempuh panjang, DFSK E5 Plus berpotensi menjadi salah satu model yang paling diperhatikan saat resmi masuk ke pasar Indonesia. Saat ini, detail spesifikasi lokalnya masih menunggu pengumuman lanjutan dari DFSK Indonesia.

Source: www.oto.com

Terkait