Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa China akan mencabut pembatasan perjalanan terhadap sejumlah anggota parlemen Inggris yang sebelumnya dilarang berkunjung ke negara tersebut. Pengumuman ini disampaikan saat kunjungan resmi Starmer selama empat hari ke China, yang menjadi kunjungan pertama seorang pemimpin Inggris dalam delapan tahun terakhir.
Starmer menjelaskan bahwa ia membahas isu pembatasan tersebut langsung dengan Presiden China Xi Jinping. Menurut Starmer, Xi menyatakan bahwa pembatasan tidak lagi berlaku, sehingga semua anggota parlemen Inggris kini bebas melakukan perjalanan ke China.
Latar Belakang Sanksi dan Hubungan Diplomatik
Pada tahun 2021, China menjatuhkan sanksi kepada sembilan anggota parlemen Inggris, termasuk mantan pemimpin Partai Konservatif Iain Duncan Smith. China menuduh mereka menyebarkan "kebohongan dan disinformasi" terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang. Kebijakan sanksi tersebut menjadi salah satu titik ketegangan dalam hubungan kedua negara.
Meskipun China kini mencabut pembatasan pada anggota parlemen Inggris, Pemerintah Inggris menegaskan tidak akan menghapus sanksi terhadap individu-individu asal China sebagai kompensasi. Juru bicara Perdana Menteri menegaskan kebijakan sanksi Inggris tetap teguh pada prinsip penegakan hak asasi manusia.
Respons dari Para Anggota Parlemen Inggris yang Terdampak
Beberapa anggota parlemen yang sebelumnya disanksi oleh China mengeluarkan pernyataan menolak pencabutan pembatasan tersebut jika hal itu dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan dagang. Mereka menyatakan lebih memilih tetap disanksi dibandingkan status mereka dijadikan alat tawar dalam negosiasi penghapusan sanksi terhadap pejabat China.
Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menegaskan bahwa keadilan bagi masyarakat Uyghur jauh lebih penting dibandingkan kemudahan perjalanan pribadi. Mantan Menteri Keamanan Tom Tugendhat termasuk salah satu yang menegaskan sikap ini.
Konteks Pengembangan Hubungan Inggris-China
Kunjungan Starmer ke China bertujuan untuk memperbaiki hubungan bilateral yang sempat membeku. Meskipun banyak masalah sensitif seperti spionase dan pelanggaran HAM masih menjadi perhatian, dialog antara kedua negara dinilai penting untuk menciptakan peluang kerja sama di masa depan.
China sendiri pada tahun sebelumnya pernah mencabut sanksi terhadap anggota Parlemen Eropa dan subkomite HAM-nya, yang menunjukkan adanya sinyal positif dalam hubungan antara Tiongkok dengan institusi parlemen internasional.
Poin Penting Terkait Kebijakan Sanksi dan Hubungan Diplomatik
- China mencabut pembatasan perjalanan terhadap anggota parlemen Inggris yang disanksi.
- Inggris tidak akan menghapus sanksi terhadap individu China sebagai balasan.
- Beberapa anggota parlemen Inggris menolak pencabutan pembatasan jika dijadikan alat tawar-menawar.
- Kunjungan Starmer merupakan upaya pertama dalam delapan tahun untuk memperbaiki hubungan Inggris-China.
- Isu hak asasi manusia dan spionase tetap menjadi topik yang sensitif dan penting.
Dengan pencabutan pembatasan ini, peluang dialog antara anggota parlemen Inggris dan pejabat China terbuka kembali. Namun, sikap para anggota parlemen yang merasa perjuangan hak asasi manusia harus tetap dijaga menunjukkan bahwa hubungan kedua negara masih penuh tantangan dan perlu langkah diplomasi yang hati-hati.





