Setidaknya 10 anggota polisi Pakistan tewas dalam serangkaian serangan terkoordinasi yang terjadi di provinsi Balochistan. Serangan yang terjadi sekitar pukul 3 pagi waktu setempat ini menargetkan beberapa kantor polisi di ibu kota provinsi, Quetta, dan diduga dilakukan oleh kelompok separatis etnis Baloch.
Balochistan merupakan wilayah kaya sumber daya alam yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran. Namun, provinsi ini sudah lama menjadi medan perlawanan kelompok separatis yang berjuang untuk memisahkan diri dari pemerintah pusat Pakistan. Kelompok tersebut sering menyerang aparat negara, warga asing, dan pendatang di daerah tersebut.
Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, menyatakan bahwa sepuluh aparat keamanan tewas dalam serangan tersebut. Namun, pihak keamanan juga berhasil menewaskan 37 anggota kelompok bersenjata dalam berbagai konfrontasi di wilayah Balochistan. Menurut Naqvi, serangan ini dilakukan oleh kelompok yang disebut pemerintah sebagai “Fitna al-Hindustan,” merujuk pada Balochistan Liberation Army (BLA) yang dilarang pemerintah.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif memuji keberhasilan pasukan keamanan dalam menggagalkan serangan tersebut. Ia juga kembali menuduh India sebagai pendukung kelompok separatis yang melakukan aksi kekerasan. Hingga saat ini, pemerintah India belum memberikan tanggapan terhadap tudingan tersebut.
Selama insiden ini, beberapa anggota aparat keamanan juga dilaporkan diculik. Pemerintah mengambil langkah untuk menghentikan layanan internet dan pengoperasian kereta api demi mendukung operasi keamanan yang tengah berlangsung. BLA mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini dengan menyatakan sasaran mereka adalah instalasi militer, petugas kepolisian, serta pejabat pemerintahan sipil melalui penembakan dan bom bunuh diri.
Juru bicara pemerintah Balochistan, Shahid Rind, menyatakan sebagian besar serangan BLA berhasil digagalkan oleh pasukan keamanan. Sehari sebelumnya, militer Pakistan mengumumkan telah menewaskan 41 anggota kelompok bersenjata dalam dua operasi terpisah di Balochistan. Provinsi ini tercatat sebagai wilayah termiskin di Pakistan meskipun kaya akan sumber daya alam yang belum tergali.
Gubernur Balochistan, Sarfraz Bugti, menyampaikan bahwa selama 12 bulan terakhir, lebih dari 700 teroris telah dibasmi oleh pasukan keamanan setempat. Ia menegaskan bahwa serangan-serangan seperti ini tidak akan melemahkan tekad pemerintah dalam melawan terorisme.
Konflik di Balochistan semakin memanas dengan peningkatan aktivitas kelompok separatis dan Taliban Pakistan (TTP) dalam beberapa bulan terakhir. TTP yang terpisah dari BLA dianggap memiliki hubungan dengan Taliban Afghanistan, yang kembali berkuasa sejak 2021. Tahun lalu saja, kelompok separatis Baloch pernah menyerang sebuah kereta api yang mengangkut 450 penumpang, menyebabkan pengepungan selama dua hari dan menewaskan puluhan orang.
Bulan Agustus lalu, para pemberontak melancarkan serangkaian serangan besar dengan membom jembatan, menyerbu hotel, dan menyerang fasilitas keamanan di berbagai bagian provinsi. Serangkaian aksi ini mengakibatkan puluhan korban jiwa dan menimbulkan ketegangan tinggi di wilayah tersebut.
Kondisi terkini di Balochistan menandai terus berlangsungnya konflik berkepanjangan yang menimbulkan instabilitas keamanan di kawasan selatan Pakistan tersebut. Pemerintah setempat terus mempertahankan operasi keamanan untuk mengatasi ancaman dari kelompok separatis dan teroris demi menjaga kedaulatan wilayah.





