
Paus Leo XIV akan memimpin misa terbuka di Madrid pada Minggu yang diperkirakan akan menarik lebih dari satu juta umat. Momen ini menjadi sorotan utama kunjungan selama sepekan ke Spanyol, dengan suasana yang diprediksi sangat padat di jantung ibu kota.
Raja Felipe VI dan Ratu Letizia juga dijadwalkan hadir di Plaza Cibeles di tengah kondisi cuaca panas. Kehadiran mereka terjadi pada hari kedua kunjungan kenegaraan pertama seorang paus ke Spanyol sejak 2010.
Otoritas setempat menyiapkan operasi logistik dan keamanan besar untuk acara itu. Fasilitas yang disiapkan mencakup panggung, tujuh layar raksasa, 608 pengeras suara, 2.300 toilet, 10 titik air, dan lebih dari 8.000 pagar pembatas.
Setelah misa, Leo akan memimpin prosesi dari Cibeles sejauh ratusan meter ke arah Gran Via, lalu kembali lagi. Lebih dari 30.000 bunga anyelir kuning dan putih akan menghiasi rute prosesi, mengikuti warna bendera Vatikan.
Kerumunan peziarah dari berbagai wilayah Spanyol dan luar negeri diperkirakan akan memadati jalan-jalan pusat Madrid untuk melihat Leo dari popemobile. Antusiasme itu menambah skala acara yang sudah sejak awal disiapkan sebagai salah satu titik puncak perjalanan tersebut.
Rangkaian perayaan ini berlangsung di tengah menurunnya praktik keagamaan tradisional di Spanyol selama beberapa dekade. Negara itu selama ini dikenal sebagai negara Katolik yang kuat, sejalan dengan tren yang juga terlihat di banyak bagian Eropa.
Pada Sabtu, sekitar 500.000 peserta, sebagian besar anak muda, berkumpul bersama Leo di luar stadion Bernabeu milik Real Madrid untuk doa vigili yang berlangsung hingga malam. Sehari sebelumnya, Leo membuka kunjungannya dengan seremoni di istana kerajaan Madrid dan menyerukan diakhirinya narasi yang memecah belah serta penyederhanaan yang mandek.
Dalam kesempatan itu, paus juga memuji Spanyol atas komitmennya yang aktif terhadap perdamaian dan solidaritas antarbangsa. Pujian tersebut muncul di tengah ketegangan antara pemerintahan kiri di Spanyol dengan Amerika Serikat dan Israel soal perang di Timur Tengah.
Setelah Madrid, Leo dijadwalkan menuju Barcelona pada Selasa dan Rabu. Di sana, ia akan memberi berkat pada menara Basilika Sagrada Familia yang baru selesai dibangun, yang membuatnya menjadi gereja tertinggi di dunia.
Perjalanan itu akan ditutup dengan fokus pada isu migrasi di Kepulauan Canary pada Kamis dan Jumat. Wilayah itu menjadi tujuan utama kedatangan tidak teratur, sementara ribuan orang tewas di Samudra Atlantik saat berusaha mencapainya.









