AS Setujui Penjualan Helicopter Serang dan Kendaraan Tempur Senilai $6,6 Miliar ke Israel, Perkuat Pertahanan

Amerika Serikat telah menyetujui penjualan senjata senilai $6,67 miliar kepada Israel, termasuk 30 helikopter serang Apache dan kendaraan tempur infantry. Keputusan ini diambil di tengah gencatan senjata yang rapuh dalam perang Israel terhadap Jalur Gaza.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa penjualan senjata kepada Israel mencakup helikopter Apache senilai $3,8 miliar dan kendaraan tempur senilai $1,98 miliar. Selain itu, terdapat kontrak militer tambahan sebesar $740 juta dan pembelian helikopter utilitas ringan senilai $150 juta.

Helikopter Apache yang diproduksi oleh Boeing dan Lockheed Martin itu telah banyak digunakan oleh pasukan Israel dalam serangan terhadap Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sejak Oktober 2023, konflik ini menyebabkan sedikitnya 71.662 korban jiwa menurut data pihak medis Gaza.

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri AS menegaskan komitmen Amerika untuk keamanan Israel. Mereka menilai penting bagi kepentingan nasional AS agar Israel mampu mengembangkan kemampuan pertahanan yang kuat dan siap pakai.

Penjualan senjata ini dianggap sejalan dengan tujuan tersebut, sekaligus memperkuat aliansi militer kedua negara. Selain penjualan, AS juga mengirimkan bantuan militer besar setiap tahun kepada Israel, yang sebagian besar dikategorikan sebagai bantuan bukan transaksi komersial.

Berbagai kelompok hak asasi dan pakar PBB secara konsisten menyerukan agar AS menghentikan pengiriman senjata kepada Israel. Mereka menyatakan bahwa aliran senjata tersebut memperburuk situasi ketegangan dan kekerasan di Gaza.

Meski gencatan senjata antara Israel dan Hamas sejak awal Oktober telah sedikit menurunkan intensitas konflik, serangan oleh pasukan Israel terhadap warga Palestina di wilayah yang dilanda perang masih terus terjadi. Selama periode ini, hampir 500 orang tewas meskipun ada perjanjian untuk menghentikan pertempuran.

Selain Israel, Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui penjualan senjata senilai $9 miliar ke Arab Saudi. Penjualan ini mencakup 730 misil Patriot dan peralatan terkait untuk pertahanan terhadap serangan.

Menurut pernyataan resmi, peningkatan kemampuan pertahanan ini bertujuan melindungi pasukan darat Arab Saudi, sekutu AS, serta meningkatkan kontribusi Arab Saudi dalam sistem pertahanan udara dan misil terintegrasi regional.

Penjualan sistem pertahanan misil ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan, terutama berkaitan dengan posisi militer AS di sekitar Iran. Presiden Trump sebelumnya menyatakan bahwa armada kapal perang AS dikerahkan di dekat Iran sebagai antisipasi potensi serangan ke Teheran.

Sementara itu, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyatakan dalam panggilan telepon dengan Presiden Iran bahwa kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya dipakai untuk aksi militer atau serangan dari pihak mana pun terhadap Iran.

Informasi ini menggambarkan dinamika dukungan militer Amerika Serikat terhadap sekutu-sekutunya di Timur Tengah. Penjualan senjata yang besar menjadi bagian strategi AS untuk mempertahankan keseimbangan kekuatan sekaligus menjaga pengaruh di wilayah yang masih rawan konflik.

Terkait