Israel melancarkan serangan udara ke berbagai target di Gaza pada Sabtu, menewaskan sedikitnya 30 orang menurut laporan otoritas Palestina. Serangan ini terjadi menjelang rencana pembukaan kembali perbatasan Rafah antara Mesir dan Gaza yang sudah lama ditunggu.
Serangan udara menyasar sebuah gedung apartemen, kamp tenda, dan kantor polisi, di mana korban tewas tercatat mencapai puluhan. Rumah sakit setempat mengonfirmasi adanya 10 petugas kepolisian dan tahanan tewas akibat serangan di kantor polisi di wilayah Sheikh Radwan, pinggiran Kota Gaza.
Pencarian di reruntuhan masih terus dilakukan untuk menemukan korban yang kemungkinan masih terperangkap, sehingga angka kematian dapat bertambah. Selain itu, tiga anak dan dua wanita meninggal dalam serangan di gedung apartemen di Gaza City, sementara tujuh lainnya tewas di kamp tenda di Khan Younis.
Menurut pernyataan resmi dari Israel, serangan tersebut sebagai respons terhadap aktivitas militan yang keluar dari terowongan di Rafah, yang dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Pihak Israel mengklaim bahwa mereka sedang menindak pelanggaran perjanjian yang sudah rapuh itu.
Reaktivasi perbatasan Rafah dijadwalkan satu hari setelah serangan, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan Hamas pada Oktober lalu. Jalur darat ini akan dibuka untuk jumlah orang terbatas dengan persyaratan mendapatkan izin keamanan dari Israel dan koordinasi bersama Mesir.
Pihak Mesir telah menyiapkan fasilitas medis, termasuk rumah sakit dan ambulans, untuk menerima pasien dan korban luka dari Gaza saat perbatasan mulai beroperasi pada pagi hari Minggu. Hal ini menunjukkan adanya persiapan untuk menangani dampak kemanusiaan yang mungkin muncul.
Meskipun kedua belah pihak saling menuding melanggar gencatan senjata, pejabat Israel menyatakan bahwa pembukaan perbatasan Rafah tetap berjalan sesuai rencana. Mereka menegaskan bahwa langkah ini tidak akan diubah meskipun insiden kekerasan baru-baru ini terjadi.
Pembukaan jalur Rafah sangat penting bagi warga Gaza agar mendapat akses keluar masuk yang selama ini dibatasi ketat. Ini juga menjadi ujian bagi stabilitas gencatan senjata dan upaya-upaya kemanusiaan di wilayah yang sudah lama mengalami konflik berkepanjangan.
Berikut ini adalah poin penting terkait situasi terbaru di Gaza:
1. Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 30 orang di Gaza.
2. Target serangan meliputi gedung apartemen, kamp tenda, dan kantor polisi.
3. Serangan dilakukan terkait dugaan pelanggaran militan terhadap gencatan senjata.
4. Perbatasan Rafah akan dibuka kembali dengan prosedur izin keamanan yang ketat.
5. Mesir menyiapkan fasilitas medis untuk menangani pasien dari Gaza.
6. Israel tetap melanjutkan rencana pembukaan perbatasan meski terjadi serangan.
Ketegangan di Gaza tetap tinggi meski ada upaya membuka akses kemanusiaan dari perbatasan Rafah. Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya gencatan senjata yang sedang berjalan dan kebutuhan akan pengawasan ketat untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.





