Organisasi Global di Gaza Tolak Serahkan Data Setelah Larangan MSF, Tantang Ancaman Israel

Sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) internasional yang bekerja di Gaza menolak menyerahkan data staf mereka kepada pemerintah Israel meskipun menghadapi ancaman larangan operasi. Penolakan ini mengemuka setelah Israel mencabut izin Medecins Sans Frontieres (MSF) atau Doctors Without Borders, yang selama ini menjadi salah satu penyedia layanan kesehatan utama di wilayah tersebut.

Langkah Israel ini menjadi bagian dari tekanan yang lebih luas terhadap bantuan kemanusiaan di Gaza yang semakin terkepung akibat perang berkepanjangan dan pembatasan ketat akses masuk. Delapan NGO, termasuk Action Aid, Medecins du Monde, dan Medical Aid For Palestinians, menyatakan sikap tegas untuk tidak mematuhi permintaan Israel karena dianggap membahayakan staf mereka dan mencederai prinsip kemanusiaan.

Penolakan Memberikan Data Personal Staf
Israel mengeluarkan aturan yang mengharuskan NGO menyerahkan informasi mendetail seperti paspor, CV, serta data anggota keluarga staf, termasuk anak-anak. Informasi ini diminta atas alasan “keamanan dan transparansi”. Namun, perwakilan NGO menyatakan kekhawatiran bahwa data tersebut berpotensi digunakan untuk mengintimidasi atau membahayakan para pekerja kemanusiaan.

Premiere Urgence Internationale menyebut pemberian data tersebut sebagai "garis merah" yang tidak akan dilintasi. Menurut mereka, menyerahkan daftar staf ke Israel sama saja dengan mempertaruhkan keselamatan nyawa pegawai mereka. Medecins du Monde juga menegaskan bahwa akses kemanusiaan adalah kewajiban hukum Israel berdasarkan hukum internasional, bukan opsi yang bersyarat atau politis.

Konteks Kekerasan dan Ancaman terhadap Pekerja Kemanusiaan
Sejak dimulainya perang, lebih dari 550 pekerja bantuan kemanusiaan telah tewas, termasuk 15 staf MSF. Kekerasan ini terjadi di tengah kehancuran sistem kesehatan Gaza secara masif akibat serangan militer. MSF sebelumnya sempat setuju melakukan pendaftaran, tetapi akhirnya membatalkan karena pemerintah Israel gagal memberikan jaminan keamanan dan perlindungan data personal staf mereka.

MSF menyumbang sekitar 20 persen dari total tempat tidur rumah sakit di Gaza dan melakukan 800.000 konsultasi medis dengan berkontribusi pada sekitar sepertiga proses kelahiran di wilayah tersebut. Dengan larangan operasional terhadap MSF, kekhawatiran muncul mengenai bagaimana kelangsungan layanan medis yang sangat penting ini akan terpenuhi di masa mendatang.

Kecurigaan Terhadap Upaya Pengganti yang Dikontrol Israel
Pemerintah Israel menyatakan sedang mengevaluasi solusi alternatif medis untuk menggantikan MSF, namun hal ini dikhawatirkan akan menjadi model seperti Gaza Humanitarian Foundation (GHF) sebelumnya. Program yang didukung Israel dan Amerika Serikat ini pernah mengelola distribusi pangan, tetapi lokasi kegiatannya malah menjadi sasaran aksi militer dan serangan yang menewaskan ratusan warga Palestina.

Ahli medis dan aktivis memperingatkan kemungkinan pembentukan organisasi “pseudo-kemanusiaan” yang dikendalikan penuh oleh Israel. Alih-alih memberikan bantuan secara efektif, organisasi ini diduga akan digunakan sebagai alat untuk melanggengkan kekerasan dan penderitaan rakyat Palestina.

Tekanan Politik dan Penghambatan Akses Kemanusiaan
Action Aid dan Medical Aid for Palestinians menilai kebijakan pendaftaran ini sebagai serangan politik yang sistematis untuk melemahkan dan mengontrol organisasi kemanusiaan. Mereka menuduh Israel mempolitisasi dan mengkriminalisasi bantuan kemanusiaan dengan menghubungkan organisasi-organisasi ini pada aktivitas teroris tanpa bukti.

Menurut hukum internasional, Israel berkewajiban untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan yang cepat dan tidak terhalang, bukan malah menciptakan hambatan dan intimidasi. Penolakan berbagai NGO terhadap sistem pendaftaran ini sekaligus menegaskan komitmen untuk tetap melayani rakyat Palestina di tengah situasi yang sangat sulit dan berbahaya.

Daftar NGO yang Mempertahankan Sikap Penolakan:

  1. Action Aid
  2. Alianza por la Solidaridad
  3. Medecins du Monde
  4. Medicos Del Mundo
  5. Premiere Urgence Internationale
  6. American Friends Service Committee
  7. Medico International
  8. Medical Aid For Palestinians
  9. Oxfam
  10. Doctors Without Borders (MSF)

Penolakan kolektif tersebut menunjukkan solidaritas lintas negara dalam mempertahankan kemanusiaan sebagai prinsip utama operasi di Gaza. Meski berbagai tekanan politik dan keamanan meningkat, keberlanjutan bantuan vital di wilayah terkepung ini terus diperjuangkan oleh para pekerja kemanusiaan internasional dan lokal.

Terkait