China terus membangun pembangkit listrik tenaga batu bara dalam jumlah besar, meskipun kapasitas tenaga surya dan angin tumbuh pesat. Pada tahun ini, lebih dari 50 unit pembangkit besar dengan kapasitas 1 gigawatt atau lebih telah mulai beroperasi, jauh lebih banyak dibandingkan dekade sebelumnya yang rata-rata kurang dari 20 unit per tahun.
Secara total, kapasitas pembangkit listrik batu bara baru yang dioperasikan mencapai 78 gigawatt. Angka ini merupakan lonjakan tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sebagaimana dilaporkan oleh Centre for Research on Energy and Clean Air dan Global Energy Monitor. Untuk konteks, kapasitas 1 gigawatt dapat menyediakan listrik bagi ratusan ribu hingga jutaan rumah.
Meski begitu, kontribusi batu bara dalam bauran energi menurun sekitar 1 persen karena pertumbuhan kapasitas energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin yang jauh lebih besar. China menambahkan 315 gigawatt kapasitas tenaga surya dan 119 gigawatt tenaga angin tahun ini, menurut data resmi dari National Energy Administration.
Pengaruh Pemadaman Listrik Terhadap Kebijakan Energi
Kebijakan pembangunan pembangkit batu bara yang masif sebagian dipicu oleh krisis pemadaman listrik pada 2021-2022. Beberapa daerah menghadapi gangguan pasokan listrik yang menyebabkan produksi pabrik terhenti dan penerapan pemadaman bergilir. Pemerintah merespon dengan mengeluarkan banyak izin pembangunan pembangkit batu bara baru.
Analisis dari Centre for Research on Energy and Clean Air menyatakan bahwa begitu izin pembangunan batu bara diterbitkan, proyek sulit dibatalkan. Tahun ini, konstruksi pembangkit batu bara baru dimulai untuk kapasitas sekitar 83 gigawatt, menandakan potensi kapasitas baru yang siap beroperasi dalam waktu dekat.
Kebutuhan Energi di Tengah Pertumbuhan Ekonomi
China berada dalam tahap pembangunan yang membutuhkan tambahan energi besar untuk memenuhi kebutuhan penduduk 1,4 miliar jiwa yang semakin tumbuh kelas menengahnya. Peningkatan penggunaan alat-alat rumah tangga dan kebutuhan listrik industri serta teknologi seperti kecerdasan buatan menuntut pasokan energi yang andal.
Pembangkit batu bara dianggap memberikan kestabilan energi yang penting karena energi surya dan angin bergantung pada cuaca dan waktu. Selain itu, kekeringan yang mempengaruhi pembangkit tenaga air di wilayah barat China pada 2022 ikut menyebabkan krisis pasokan energi.
Posisi Pemerintah dan Tantangan Masa Depan
Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China menyatakan bahwa batu bara akan tetap memainkan peran penting dalam menyediakan energi penyangga yang stabil dan membantu mengatasi fluktuasi pasokan. Industri batu bara juga menegaskan bahwa pembangkit batu bara diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan meski peranannya akan berubah seiring transisi energi.
Namun, pembangunan kapasitas batu bara yang besar berisiko memperlambat peralihan ke energi bersih. Tekanan politik dan finansial kemungkinan membuat pembangkit batu bara baru tetap beroperasi lama, menekan peluang peningkatan penggunaan energi terbarukan.
Rekomendasi Untuk Percepatan Transisi Energi
Para peneliti mendorong percepatan pensiun pembangkit batu bara yang tua dan tidak efisien. Dalam rencana lima tahun mendatang, China diharapkan menetapkan target agar emisi dari sektor kelistrikan tidak meningkat antara 2025 hingga 2030. Efektivitas pembatasan ini akan sangat bergantung pada peran pembangkit batu bara yang harus dibatasi sebagai cadangan dan pendukung, bukan sebagai sumber utama pembangkit listrik.
Dengan jumlah kapasitas batu bara yang masih terus bertambah, keputusan kebijakan energi China akan sangat menentukan upaya penurunan emisi global dan pencapaian target iklim. Studi lebih lanjut juga menyoroti perlunya menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi yang besar dan transisi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan.





