
Pembahasan mengenai kemungkinan pemakzulan Presiden Ferdinand Marcos Jr. tengah bergulir di parlemen Filipina. Dua keluhan resmi yang menuduh Marcos melakukan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, korupsi, serta pelanggaran konstitusi telah diajukan oleh seorang pengacara dan aktivis masyarakat sipil.
Komite keadilan DPR Filipina sebelumnya sudah menyatakan kedua keluhan tersebut "memenuhi syarat formal" dan kini sedang menilai apakah ada "substansi" yang cukup untuk melanjutkan proses. Keputusan komite ini nantinya akan diajukan untuk diputuskan melalui voting di DPR yang saat ini mayoritasnya merupakan pendukung Presiden Marcos.
Detail Tuduhan dalam Keluhan Impeachment
Keluhan pertama meliputi keputusan Marcos yang dianggap kontroversial, yakni memperbolehkan mantan Presiden Rodrigo Duterte diadili di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan pembunuhan massal selama kampanye "perang melawan narkoba".
Selain itu, Marcos dituduh menyalahgunakan kekuasaannya dalam pengelolaan dana publik. Skandal korupsi terkait proyek pengendalian banjir menjadi sorotan utama dalam tuduhan ini. Ada pula klaim mengenai dugaan penggunaan narkoba oleh Presiden Marcos, yang menurut penggugat membuatnya tidak layak memimpin negara—klaim yang dibantah keras oleh Marcos.
Proses Hukum Pemakzulan di Filipina
Jika DPR memilih untuk melanjutkan pemakzulan, proses berikutnya adalah pengajuan di Senat yang berfungsi sebagai pengadilan dengan 24 anggota sebagai juri. Sejarah Filipina mencatat hanya satu pejabat tinggi yang berhasil dimakzulkan dan diberhentikan, yakni mantan ketua Mahkamah Agung.
Presiden Marcos kini berada di tengah masa jabatan enam tahunnya dan telah menegaskan dirinya tidak melakukan kesalahan. Juru bicara kepresidenan, Claire Castro, menegaskan bahwa Marcos menghormati proses hukum, namun menolak tuduhan yang diajukan terhadapnya.
Dinamika Politik di DPR dan DPR vs Wakil Presiden
Mayoritas parlemen yang mendukung Marcos menjadi faktor penting dalam keputusan apakah keluhan ini akan maju. Ketua komite keadilan, Gerville Luistro, menegaskan bahwa bukan sekadar ada kesalahan, tetapi kesalahan tersebut harus termasuk dalam kategori pelanggaran yang bisa dijadikan alasan pemakzulan.
Menariknya, tidak hanya Presiden Marcos yang menghadapi keluhan pemakzulan. Wakil Presiden Sara Duterte, yang berjarak politik dengan Marcos, juga memiliki beberapa pengajuan pemakzulan yang sedang berjalan, meskipun keluhan sebelumnya pernah ditolak oleh Mahkamah Agung.
Langkah-Langkah Teknis Pemakzulan Presiden Marcos
- Pengajuan keluhan oleh warga atau kelompok yang berwenang.
- Pemeriksaan formal oleh Komite Kehakiman DPR untuk memverifikasi kelengkapan dokumen.
- Penilaian substansi keluhan oleh Komite Kehakiman untuk menentukan besaran bukti dan alasan.
- Voting di DPR yang membutuhkan dukungan minimal sepertiga anggota untuk melanjutkan sidang pemakzulan.
- Jika disetujui, kasus dikirim ke Senat untuk proses persidangan formal.
Proses ini menjadi fokus perhatian seluruh negara karena merupakan langkah serius yang dapat mengubah arah pemerintahan Filipina. Keputusannya akan berdampak besar pada stabilitas politik dan legitimasi pemerintahan Marcos di tengah tantangan internal dan eksternal yang dihadapi negara.
Pemantauan lebih lanjut terhadap perkembangan persidangan ini sangat krusial, mengingat sistem pemerintahan Filipina memberikan peran besar kepada legislatif dalam mengawasi dan menyeimbangkan kekuasaan eksekutif demi menjaga demokrasi dan kepentingan publik.





