Dokumen internal Departemen Kehakiman AS yang dirilis baru-baru ini mengungkap hubungan Jeffrey Epstein, mantan pengusaha sekaligus pelaku kejahatan seksual, dengan sejumlah tokoh penting dari berbagai bidang. Data tersebut memperlihatkan koneksi Epstein dengan politisi, pengusaha, akademisi, bahkan tokoh masyarakat sebelum dan sesudah dia mengaku bersalah pada kasus prostitusi anak di akhir 2000-an.
Epstein kembali ditangkap pada 2019 dengan tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur. Namun, kematiannya di sel tahanan Manhattan dinyatakan sebagai bunuh diri. Meski rilis dokumen ini mengandung sejumlah konten yang sensitif dan ada sebagian yang telah dihapus demi melindungi identitas korban, bagian terpenting tetap memperlihatkan bagaimana Epstein berinteraksi dengan para individu berpengaruh di dunia.
Tokoh Politik dan Pejabat Pemerintah
-
Donald Trump
Pada 1990-an dan 2000-an, Trump diketahui sering bergaul dengan Epstein. Dalam sebuah profil majalah, Trump pernah mengatakan Epstein menyukai perempuan “yang lebih muda.” Foto bersama sejumlah perempuan yang wajahnya disamarkan dan catatan yang diduga ditandatangani Trump terdapat dalam dokumen ini. Namun, Trump membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein dan mengaku memutus hubungan sejak awal 2000-an. -
Bill Clinton
Mantan Presiden AS Bill Clinton sempat terlibat dalam pergaulan dengan Epstein, termasuk beberapa kali penerbangan bersama usai masa jabatannya berakhir. Foto Clinton sedang berenang dan berpose bersama perempuan yang wajahnya disamarkan ikut dirilis. Clinton membantah melakukan kesalahan dan menyesali perkenalannya dengan Epstein. -
Andrew Mountbatten-Windsor
Pangeran Andrew, yang kemudian kehilangan gelarnya, menjalani persahabatan dengan Epstein. Ia menolak telah melakukan pelanggaran meski telah menyelesaikan gugatan hukum dari salah satu korban Epstein dengan pembayaran tanpa mengakui kesalahan. Beberapa foto publik dirinya bersama perempuan juga ditemukan di arsip ini. - Larry Summers
Mantan Menteri Keuangan AS dan presiden Harvard University ini disebut sempat terbang dengan jet Epstein dan mendiskusikan beberapa masalah bisnis. Kontak mereka berlanjut hingga 2019. Walaupun tidak ada bukti kesalahan, Summers mengundurkan diri dari sejumlah jabatan publik setelah beredar dokumen tersebut.
Tokoh Bisnis dan Akademisi
-
Howard Lutnick
CEO Cantor Fitzgerald ini pernah terlihat mengunjungi pulau pribadi Epstein untuk makan siang dan menghadiri acara penggalangan dana yang juga dihadiri Epstein. Hal ini bertentangan dengan klaim Lutnick yang mengatakan ia menghindari Epstein setelah kejadian tahun 2005. -
Elon Musk
CEO Tesla dan SpaceX sempat menanyakan tentang pesta di pulau Epstein pada 2012 namun memutuskan untuk tidak melakukan kunjungan. Musk menyatakan interaksi mereka sangat minim dan menolak ajakan untuk berkunjung ke pulau atau naik pesawat Epstein. -
Bill Gates
Pendiri Microsoft ini tercatat berkali-kali bertemu dengan Epstein setelah masa penahanan Epstein berakhir, terutama untuk membahas kegiatan filantropi. Gates telah mengakui bahwa bertemu dengan Epstein merupakan suatu kesalahan. - Jes Staley
Mantan eksekutif JPMorgan dan Barclays ini dikatakan ikut menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Epstein. Ia memiliki ribuan korespondensi dengan Epstein dan kini menghadapi berbagai tuduhan dari pihak bank terkait penyembunyian informasi tentang Epstein.
Figur Lain yang Terkait
-
Melania Trump pernah mengirim email kepada Ghislaine Maxwell, tangan kanan Epstein, memuji penampilannya dalam sebuah artikel majalah tentang Epstein.
-
Peter Mandelson, politisi Inggris, disebut-sebut dalam ribuan dokumen termasuk sebagai “teman baik” Epstein. Ia dipaksa mundur dari jabatan duta besar AS tahun lalu setelah sejumlah email terkait dibuka ke publik.
- Peter Attia, influencer kesehatan, tercantum puluhan kali dalam dokumen dan mengonfirmasi beberapa kali bertemu Epstein tanpa menyaksikan aktivitas ilegal.
Beberapa nama lain yang muncul dalam dokumen ini adalah Kevin Warsh, mantan kepala Federal Reserve yang dicalonkan Trump, serta sejumlah selebriti dan tokoh ternama lainnya. Meski begitu, Departemen Kehakiman menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak menjadi bukti keterlibatan langsung para tokoh yang disebutkan dalam aktivitas kriminal Epstein.
Rilis dokumen ini secara transparan memberi gambaran luas tentang jaringan sosial Epstein dengan kalangan elit. Hal ini juga membuka perdebatan dan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap detail hubungan dan kemungkinan keterlibatan para individu yang berkaitan. Informasi ini memberikan pandangan mendalam mengenai bagaimana Epstein dapat mempertahankan koneksi dengan berbagai lapisan masyarakat berpengaruh selama bertahun-tahun.
