Somaliland bersiap menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Israel, negara pertama yang mengakui kemerdekaan wilayah tersebut. Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, menyatakan keseriusan untuk menjalin kerja sama ekonomi dengan Israel setelah pengakuan resmi pada akhir Desember lalu.
Meski belum ada kesepakatan bilateral yang final, Somaliland berharap segera menandatangani "perjanjian kemitraan" dengan Israel. Abdullahi menyebutkan, saat ini belum ada perdagangan maupun investasi dari Israel, tapi pihaknya optimistis hubungan bisnis dan investasi akan segera berkembang.
Potensi Sumber Daya Alam Somaliland
Somaliland dikenal kaya sumber daya, termasuk mineral, minyak, gas, sektor kelautan, pertanian, dan energi. Abdullahi menekankan, mineral seperti lithium yang penting untuk teknologi baterai dan kendaraan listrik menjadi komoditas andalan. Perusahaan tambang Saudi, Kilomass, telah memperoleh izin eksplorasi untuk lithium dan mineral kritis lainnya di wilayah tersebut.
Selain mineral, Somaliland juga memiliki produk agrikultur seperti daging dan ikan yang bisa dijadikan barang perdagangan dengan Israel. Abdullahi menegaskan, "Langit adalah batasnya" untuk potensi perdagangan kedua negara.
Tawaran Teknologi dan Harapan Investasi
Sebagai imbal balik, Somaliland menginginkan akses ke teknologi Israel yang unggul, terutama di bidang pertanian, kesehatan, dan teknologi ekonomi. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama di sektor-sektor tersebut secara segera.
Abdullahi juga mengungkapkan penghargaan atas dukungan Israel dan berharap kerja sama militer di masa depan, namun belum ada diskusi terkait pendirian pangkalan militer Israel di Somaliland.
Dinamika Pengakuan Internasional
Somaliland berharap lebih banyak negara, termasuk Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Saudi Arabia, mengikuti jejak Israel dalam mengakui kemerdekaannya. Abdullahi yakin pengakuan internasional akan datang secara bertahap meski membutuhkan waktu.
Saat ini, Somaliland telah menjalin kerjasama dengan Uni Emirat Arab, terutama dengan investasi besar oleh DP World di pelabuhan Berbera. Pemerintah Saudi Arabia juga diharapkan melakukan investasi serupa dalam waktu dekat.
Tanggapan dari Somalia dan Pihak Lain
Pengakuan Israel terhadap Somaliland memicu reaksi keras dari pemerintah Somalia dan kritik dari China, Turki, Mesir, serta Uni Afrika. Meskipun demikian, Somaliland tetap optimistis memperluas hubungan internasional dan membangun perekonomian melalui kerja sama bilateral.
Abdullahi menjadwalkan kunjungan ke Israel setelah menerima undangan dari Netanyahu, sementara Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, sudah melakukan kunjungan ke Somaliland beberapa minggu lalu. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam mempererat hubungan kedua pihak.
Kerja sama perdagangan yang segera terjalin dengan Israel diyakini akan membuka peluang investasi dan pengembangan sektor sumber daya alam Somaliland. Kesepakatan ini berpotensi mengubah peta ekonomi dan geopolitik wilayah tersebut dalam waktu dekat.







